RESCUE & REVIVE: Pelatihan Sport Massage Bersertifikasi P3 untuk Penanganan Cedera Olahraga yang Optimal
Malang, 16-17 Mei 2025 — Departemen Kajian dan Aksi Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (BEM FIK UM) dengan bangga menggelar Program Rehabilitasi Sport Injury Simulation (PRESISI), sebuah pelatihan intensif selama dua hari yang bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam teknik sport massage dan penanganan pertama cedera olahraga (P3). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret FIK UM dalam mencetak tenaga profesional bersertifikasi di bidang keolahragaan.
Mengusung tema “Rescue & Revive: Pelatihan Sport Massage Bersertifikasi P3 Untuk Penanganan Cedera Olahraga yang Optimal”, kegiatan ini diikuti oleh 21 peserta dari berbagai program studi olahraga di FIK UM, dengan fokus pada mahasiswa keolahragaan. Pelatihan dilaksanakan dalam dua hari pada hari pertama berupa penyampaian materi teoritis di ruang seminar FIK UM yang mencakup Anatomi dan Fisiologi pada Sport Massage serta Teknik Dasar Sport Massage yang disampaikan oleh bapak Fandy Alfia Chaniago S.Pd., AIFMO dan Aryo Pandu Pamungkas. Hari kedua dilanjutkan dengan praktik langsung di ruang massage basement FIK dimana peserta mempraktikkan teknik massage pada ekstremitas atas dan bawah serta mempelajari aspek legalitas dan etika dalam layanan sport massage.
BEM FIK UM bekerja sama dengan Indonesian Sport Science Organization (ISSO) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam menyelenggarakan pelatihan ini. Kurikulum disusun berdasarkan standar nasional untuk memastikan peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga lulus uji sertifikasi resmi yang diakui secara nasional. Peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan ini memperoleh Sertifikat Kompetensi P3 yang membuka jalan bagi mereka untuk menjadi tenaga ahli sport massage yang siap terjun ke dunia olahraga profesional.
Kegiatan PRESISI bertujuan untuk:
1. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya teknik sport massage dalam dunia olahraga.
2. Meningkatkan kompetensi peserta dalam penanganan cedera melalui teknik sport massage.
3. Menyediakan wadah praktik nyata bagi mahasiswa, khususnya dari program studi keolahragaan.
4. Melahirkan tenaga profesional bersertifikasi nasional.
5. Memberikan pemahaman yang mendalam tentang manfaat sport massage bagi kesehatan dan performa atlet.
Manfaat dari pelatihan ini antara lain:
1. Meningkatkan keterampilan praktis peserta dalam teknik sport massage.
2. Memberikan akses ke jalur karir baru di dunia keolahragaan.
3. Memperluas jaringan profesional dan layanan sport massage bagi mahasiswa FIK UM.
4. Memastikan peserta memiliki pengakuan resmi sebagai tenaga kompeten melalui sertifikat dari BNSP.
Dengan kegiatan ini, BEM FIK UM berharap dapat memperkuat peran institusi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia olahraga yang semakin menuntut profesionalisme dan keahlian khusus. PRESISI bukan hanya pelatihan, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi ahli sport massage yang siap dalam olahraga Indonesia.




