Tim Peneliti Universitas Negeri Malang yang diketuai oleh Indana Tri Rahmawati, S.KM., M.Kes. dengan anggota dosen Nurnaningsih Herya Ulfah, S.KM., M.Kes. dan Windi Chusniah Rachmawati, S.KM., M.Kes., serta melibatkan tenaga kependidikan dan mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang, melaksanakan kegiatan penelitian berjudul Pemanfaatan Inovasi Media Edukasi ‘Montessori Busy Book: Optimalisasi Multiple Intelligences Anak’ Sebagai Strategi Efektif Pencegahan Diare di Wilayah Benowo, Surabaya, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas media edukasi berbasis pendekatan Montessori dalam meningkatkan pemahaman anak usia dini dan keluarganya mengenai pencegahan diare melalui stimulasi multiple intelligences. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Benowo, Surabaya, dengan pertimbangan bahwa wilayah tersebut masih memiliki angka kejadian diare yang cukup tinggi pada anak usia dini, serta rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat rumah tangga.Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 September 2025.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pre-test sebelum intervensi dan post-test setelah pemberian media edukasi Montessori Busy Book. Sasaran utama penelitian adalah anak usia 4 tahun keatas di wilayah Benowo, Surabaya.

Ketua tim peneliti, Indana Tri Rahmawati, S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada anak di Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Rendahnya pengetahuan tentang sanitasi, kebersihan tangan, dan pengelolaan air minum yang aman turut memperparah risiko penularan diare. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Media Montessori Busy Book dirancang untuk mengoptimalkan berbagai kecerdasan anak seperti linguistik, logis-matematis, spasial, kinestetik, dan interpersonal sehingga pesan pencegahan diare dapat diserap secara menyenangkan dan berkelanjutan.

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menghasilkan model intervensi edukasi kesehatan yang inovatif, partisipatif, dan efektif dalam menurunkan risiko diare pada anak usia dini. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keluarga dan masyarakat tentang pentingnya PHBS, serta menjadi referensi bagi pemerintah daerah, puskesmas, dan lembaga pendidikan dalam merancang program promosi kesehatan berbasis kearifan lokal dan perkembangan anak.

Translate »