Drs. Mahmud Yunus, M.Kes
Abstrak: Di sekolah, menurut Undang-Undang Sisdiknas 2003 Pasal 26 ayat (3) menjelaskan bahwa, pendidikan kecakapan hidup (life skill) adalah pendidikan yang memberikan kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan intelektual, dan kecakapan vokasional untuk bekerja atau usaha mandiri. Yang menjadi permasalahan┬á adalah, apakah olahraga dapat membantu mengembangkan kecakapan-kecakapan tersebut? Bahwa ada empat ranah yang bisa dicapai melalui belajar gerak (termasuk belajar olahraga), yaitu, ranah fisik, motorik, kognitif dan afektif/sosial.. Pada saat ini, telah ada dasar yuridis formal yang melandasi kegiatan olahraga untuk semua orang yaitu Undang-Undang Republik Indonesia No. 3 Tahun 2005, tentang Sistem Keolahragaan Nasional Bab VII, pasal 21 ayat 4. ÔÇ£Pembinaan olahraga dan mengembangkan keolahragaan dilaksanakan melalui jalur keluarga, jalur pendidikan, dan jalur masyarakat yang berbasis pada pengembangan olahraga untuk semua orang yang berlangsung sepanjang hayatÔÇØ.
Dalam melaksanakan kegiatan pengembangan tersebut, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, dan sekolah-sekolah yang berada di tepi pantai. Diharapkan dengan adanya pengembangan olahraga berbasis life skill, anak-anak memiliki aneka kecakapan yang sesuai dengan kebutuhan  hidup di tepi pantai.
Produk kegiatan ini adalah terlatihnya minimal 10 pelatih yang memiliki kecapan melatih olahraga yang berbasis life skill, untuk anak-anak yang bertempat tinggal di daerah pantai. Anak-anak Usia 9 ÔÇô 15 tahun (SD kelas IV s/d SLTP) yang bertempat tinggal di tepi pantai (0 sampai 3 km dari pantai).┬á Mengingat banyaknya populasi anak usia 9 s/d 15 tahun yang tinggal di tepi pantai, maka dalam kegiatan ini peserta dibatasi untuk┬á masing-masing kelompok usia dan di ambil sejumlah 60 anak..
Pembahasan Training of Trainer bahwa kegiatan TOT ÔÇ£Pengembangan Olahraga Berbasis Life Skill bagi Anak-anak yang Tinggal Di Tepi Pantai Di Kabupaten Trenggalek Jawa TimurÔÇØ. Memiliki┬á tingkat keberhasilan sebagai berikut: 1. Penguasaan teori Berhasil, 94% peserta menguasai minimal 65% materi yang disajikan 2. Penguasaan praktek berdasarkan Simulasi yang dilakukukan dikatakan Berhasil, 87% peserta terampil mengapung menggunakan ban, pelampung renang dan kayu bulat serta terampil melakukan pertolongan di kolam renang. 3. Pelaksanaan praktek berdasarkan simulasi yang dilakukan dikatakan Berhasil, 98% peserta terampil mengapung menggunakan ban, pelampung renang, dan kayu bulat serta terampil melakukan pertolongan di pantai.
Berdasarkan isi, tujuan salah satu tujuan pendidikan jasmani dan olahraga adalah mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan, tujuan ini sesuai dengan pendidikan yang berbasis life skill. Pendidikan jasmani dan olahraga berbasis life skill dapat memberi bekal kemampuan gerak secara khusus sesuai dengan karakteristik kebutuhan gerak dalam kehidupan sehari-hari. Hendaknya kegiatan ini dilaksanakan tidak hanya di daerah Pantai Prigi saja, karena tsunami atau ombak besar bisa datang dari mana saja dengan waktu yang tidak ditentukan. Untuk itu kegiatan ini perlu dilakukan di semua daerah di Indonesia yang dekat dengan pentai untuk mengurangi resiko tsunami yang bisa datang sewaktu-waktu. Terlatihnya trainer yang mampu melatih berenang dan melatih berbagai permaian yang dapat dimainkan anak-anak yang tinggal di tepi pantai, yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata-kata Kunci: Olahraga Berbasis Life Skill, Anak-anak Tepi Pantai
unduh: