Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang sukses menggelar kegiatan Basic Training of Public Health (BToPH) sebagai ajang pengenalan bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari yang bertujuan untuk memperkenalkan lebih dalam mengenai berbagai aspek penting di dunia Ilmu Kesehatan Masyarakat.
BToPH tidak hanya mengenalkan mahasiswa baru tentang Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, tetapi juga memberi wawasan tentang profesi di bidang Kesehatan Masyarakat, mulai dari sejarah hingga peluang kerja ke depan. Kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa baru dengan pengetahuan tentang tantangan-tantangan yang akan mereka hadapi di bidang kesehatan masyarakat. Selain itu, BToPH juga menjadi wadah bagi mahasiswa baru untuk belajar berpikir kritis melalui pembahasan isu-isu kesehatan yang relevan saat ini, seperti kesehatan lingkungan, pola penyakit, dan kebijakan kesehatan publik.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat (HMD IKM) sebagai wadah organisasi mahasiswa yang berfungsi tidak hanya sebagai tempat untuk mengembangkan soft skill, tetapi juga untuk memperjuangkan aspirasi mahasiswa kesehatan masyarakat. Lebih lanjut, BToPH juga memperkenalkan Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI), sebuah organisasi tingkat nasional yang menghubungkan mahasiswa kesehatan masyarakat dari berbagai universitas di seluruh Indonesia.
Selain pengenalan organisasi, BToPH juga bertujuan untuk mempererat kebersamaan antar sesama mahasiswa baru Ilmu Kesehatan Masyarakat. Rangkaian kegiatan ini mencakup berbagai sesi pembinaan, seperti pengenalan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), pengenalan kode etik mahasiswa, peran dosen pembimbing akademik (PA), hingga pengenalan peminatan di departemen. Mahasiswa juga diberikan materi tentang persidangan dan analisis isu kesehatan masyarakat, di mana isu-isu yang dibahas dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk SDG 3: Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.
Melalui berbagai materi ini, mahasiswa baru dibekali pengetahuan yang relevan dengan tantangan dan perkembangan terbaru di dunia kesehatan masyarakat. Pembinaan mental kebangsaan dan inklusivitas juga menjadi sorotan dalam kegiatan ini, sejalan dengan upaya departemen untuk mendukung pemeringkatan dan penguatan nilai-nilai kebangsaan serta solidaritas di kalangan mahasiswa. Para pemateri yang luar biasa dari kalangan dosen, praktisi kesehatan, serta perwakilan ISMKMI, juga berbagi wawasan tentang pentingnya gerakan kesehatan masyarakat serta etika dan sejarah kesehatan masyarakat.
Selain itu, BToPH juga bertujuan memperkuat kontribusi Universitas Negeri Malang dalam mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs) yang relevan, seperti:
- SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan memastikan mahasiswa baru memperoleh wawasan yang komprehensif mengenai dunia akademik, kode etik, dan prospek karir mereka.
- SDG 10: Mengurangi Kesenjangan, melalui pengenalan nilai-nilai inklusivitas dan kebangsaan, serta pembinaan yang mendorong kesetaraan di lingkungan akademik.
- SDG 3: Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, melalui pelatihan dan pembekalan terkait isu-isu kesehatan masyarakat yang mengedukasi mahasiswa agar berperan aktif dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
- SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang diwujudkan melalui kolaborasi antar mahasiswa, dosen, serta ISMKMI, untuk memperkuat gerakan kesehatan masyarakat dan meningkatkan kontribusi dalam berbagai program kesehatan nasional dan global.
Secara keseluruhan, kegiatan BToPH ini tidak hanya berperan sebagai sarana pengenalan, tetapi juga pembekalan bagi mahasiswa baru untuk siap berperan aktif di dunia kesehatan masyarakat dan terlibat dalam gerakan sosial yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang diharapkan tidak hanya memahami peran penting mereka dalam bidang kesehatan, tetapi juga siap menjadi agen perubahan dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.


