Malang, September 2025 – Upaya untuk menekan angka stunting tidak hanya dapat difokuskan pada fase tumbuh kembang anak saja, melainkan perlu dimulai sejak masa kehamilan. Hal ini menjadi fokus utama dalam penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Malang yang diketuai oleh Nurnaningsih Herya Ulfah, S.K.M., M.Kes., Ph.D dan anggota penelitian yaitu Farah Paramitha, S.Gz., M.P.H, serta melibatkan mahasiswa hingga alumni dalam proses pengumpulan data. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menelaah hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan risiko stunting pada anak di Kota Malang. Responden penelitian melibatkan ibu anemia selama masa kehamilan dan anak balitanya.
Tim peneliti melakukan pengambilan data di 6 puskesmas di Kota Malang yang mewakili karakteristik wilayah perkotaan (Puskesmas Arjowinangun, Puskesmas Ciptomulyo, Puskesmas Gribig, Puskesmas Kedungkandang, Puskesmas Kendalkerep, Puskesmas Mojolangu) dengan melibatkan enumerator dan tenaga kesehatan. Selain menghasilkan data akademik, penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya ibu hamil mengenai pentingnya pemenuhan zat besi dan pemeriksaan rutin selama masa kehamilan.
“Kami berharap hasil riset ini dapat menjadi dasar edukasi dan intervensi bagi masyarakat agar ibu hamil mendapatkan perhatian gizi yang cukup, sehingga melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting,” Ujar Nurna.
Penelitian ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang melalui Dana Internal UM skema Matching Fund Tahun 2025. Selain itu, melalui riset ini menjadi salah satu bentuk nyata peran aktif UM dalam mendukung program pemerintah percepatan penurunan angka stunting di Indonesia melalui riset. Disamping itu juga, mewujudkan pembangunan kesehatan masyarakat melalui Sustainable Development Goals (SDGs) pada tujuan ketiga: Good Health and Well-Being.

