Peneliti yang diketuai oleh Putri Djamilah Wahidah, S.KM. dengan anggota Tika Dwi Tama, S.KM., M.Epid. dan Dea Aflah Samah, S.KM. serta melibatkan mahasiswa dan alumni Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang yakni Sintia Abdilla, Dewa Bagus Prasetyo, Nailyaa Faza Hendrawan, dan Della Novianty telah selesai melakukan 5 tahap terapi yakni pada tanggal 6, 8, 15, 19, dan 22 Mei 2025 yang bertempat di Laboratorium Epidemiologi Gedung C6, Fakultas Ilmu Keolahragaan. Masing-masing sesi dilaksanakan dengan durasi kurang lebih 60 menit dengan topik dan perlakuan yang berbeda-beda. Penelitian tersebut terdiri dari lima sesi bertahap. Sesi 1 meliputi penjelasan penelitian, pengisian informed consent, pemutaran video eksposure, pemetaan perasaan dengan Systematic Desensitization, dan latihan Applied Tension. Sesi 2–4 berfokus pada pemberian biofeedback dengan berbagai jenis eksosure yang berupa gambar, suara, dan video disertai pengukuran fisiologis (denyut nadi dan saturasi oksigen) dan latihan Applied Tension. Sesi 5 mengevaluasi hasil seluruh sesi melalui kuesioner, pengukuran fisiologis, serta pengecekan gula darah, dengan hasil masih ada satu responden menolak ketakutan melakukan pengambilan darah.
PHBB atau Public Health Brave Buddies merupakan peer support yang ditumbuhkan melalui penelitian ini, dengan mengusung tema “Face Your Fears, Embrace Your Strenght” penelitian ini memberikan Cognitive Behaviour Theraphy (CBT) kepada responden yakni mahasiswa yang pernah mengalami atau berhubungan langsung dengan proses pengambilan darah sebanyak 25 mahasiswa. PHBB sendiri diambil dari mahasiswa tingkat dua yang telah mengalami proses pengambilan darah. mahasiswa tingkat dua yang diambil merupakan mahasiswa yang dipilih oleh mitra penelitian yakni Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat yang berjumlah 4 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengurai rasa takut reponden dan mengetahui efektifitas teknik CBT dalam mengurangi gejala akibat phobia terhadap pengambilan darah. Harapannya penelitian ini mampu berkontribusi pada SDGs poin ke-4 yakni mewujudkan “Pendidikan yang Berkualitas” dengan mewujudkan pendidikan tanpa inklusifitas bagi seluruh mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat terutama yang memiliki hambatan terkait Blood Injury Injection Phobia (BIIP) saat melakukan kegiatan belajar praktikum yang melibatkan proses pengambilan darah, sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif dan kondusif.

Latar belakang pentingnya penelitian ini dilakukan adalah karena banyaknya insiden pingsan, atau lemas setelah proses pengambilan darah yang menyebabkan terhambatnya kegiatan praktikum. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Hasil penelitian ini diketahui secara signifikan mampu mengurangi peningkatan denyut nadi (deg-degan) ketika responden menghadapi eksposur berupa paparan video, gambar, dan suara yang berkaitan dengan Blood Injury Injection Phobia (BIIP). Penelitian ini menemukan juga bahwa pentingnya pemberian sesi terapi yang lebih intens dan lebih lama untuk meningkatkan efektifitas CBT dikarenakan ketakutan yang dimiliki responden cukup beragam dan banyak.

