Malang, — Risiko dan bahaya yang ada di tempat kerja tidak hanya berkutat pada bahaya fisik, kimiawi, dan biologi. Bahaya di tempat kerja juga berkaitan dengan aspek psikologis pekerja, aspek ini menyangkut terkait kondisi mental dan emosi pekerja. Perspektif tersebut dibahas dalam guest lecture yang diselenggarakan Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang (UM) di GKB A20 UM pada 27 Agustus 2026.

Kegiatan yang diikuti 216 mahasiswa Kesehatan Masyarakat tersebut menghadirkan Prof. Madya Ir. Dr. Mimi Haryani Binti Hassim dari University Teknologi Malaysia, Malaysia dengan topik “Psychological Hazard at Work.” Materi yang disampaikan mengajak mahasiswa melihat bagaimana bahaya psikososial dapat mengancam kinerja dan meningkatkan risiko pekerjaan. Materi yang disampaikan memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai berbagai aspek bahaya psikologis yang dapat muncul di lingkungan kerja serta pentingnya pengelolaan faktor psikososial dalam mendukung kesehatan dan keselamatan pekerja.

Lingkungan kerja tidak hanya berkaitan dengan keselamatan fisik, tetapi juga memiliki berbagai faktor psikologis yang dapat memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan pekerja. Pemahaman mengenai bahaya psikologis di tempat kerja menjadi salah satu aspek penting dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Perspektif tersebut dibahas dalam kegiatan guest lecture yang diikuti oleh mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM).

Dalam pemaparannya, Prof. Madya Ir. Dr. Mimi Haryani Binti Hassim membahas bahwa lingkungan kerja dapat memberikan berbagai tuntutan dan kondisi yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis pekerja. Faktor-faktor tersebut perlu diperhatikan karena kondisi psikologis yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak terhadap kesejahteraan individu maupun keberlangsungan aktivitas kerja.

Pembahasan dalam guest lecture juga menempatkan psychological hazard sebagai bagian yang perlu diperhatikan dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Mahasiswa diajak memahami bahwa lingkungan kerja yang sehat perlu mempertimbangkan kondisi pekerja secara menyeluruh, termasuk aspek psikologis yang dapat muncul dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari.

Melalui materi tersebut, mahasiswa juga mendapatkan perspektif mengenai pentingnya mengenali potensi bahaya psikologis sejak dini sebagai bagian dari upaya pencegahan di tempat kerja. Pemahaman tersebut dapat menjadi dasar bagi mahasiswa untuk melihat permasalahan kesehatan kerja secara lebih luas serta mempertimbangkan aspek psikologis dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung kesejahteraan pekerja.

Pembahasan mengenai psychological hazard juga memberikan perspektif bahwa upaya kesehatan dan keselamatan kerja perlu dilakukan secara menyeluruh. Perlindungan pekerja tidak hanya berfokus pada pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja secara fisik, tetapi juga mencakup identifikasi serta pengendalian faktor psikologis dan psikososial yang terdapat di lingkungan kerja.

Bagi mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat, kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendekatan kesehatan masyarakat dalam menghadapi permasalahan kesehatan kerja. Pengetahuan mengenai psychological hazard at work dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami kondisi pekerja secara lebih komprehensif, terutama dalam konteks Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Melalui kegiatan guest lecture ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan melalui perspektif akademisi dan praktisi di bidang kesehatan dan keselamatan kerja. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga mendukung kesehatan psikologis dan kesejahteraan pekerja.

Translate »