Malang, 16 Oktober 2024] Pada tanggal 14 dan 15 Oktober 2024, Program Studi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi Kompetensi (Serkom) Coaching Mentoring yang bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen PJKR dan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam bidang coaching, sehingga dapat diterapkan dalam lingkungan akademis untuk mendukung pengembangan mahasiswa.

Pelatihan ini menghadirkan berbagai materi penting mengenai coaching, yang mencakup:

  1. Peran Coaching: Pelatihan ini membahas secara mendalam bagaimana coaching berperan dalam membantu individu mencapai potensi maksimalnya, baik dalam konteks akademis maupun profesional. Peserta diajarkan cara menggunakan coaching untuk mendampingi mahasiswa, sehingga dapat mengembangkan kemampuan mereka secara mandiri.
  2. Perbedaan Coaching dengan Pendekatan Lain: Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai perbedaan antara coaching dengan pendekatan lain seperti mentoring, counseling, dan konsultasi. Coaching menekankan pada penggalian potensi individu dan berfokus pada pencapaian tujuan, berbeda dengan pendekatan lain yang lebih memberikan arahan langsung.
  3. Prinsip Coaching: Dalam sesi ini, dijelaskan prinsip-prinsip dasar coaching, termasuk komunikasi terbuka, pemberdayaan coachee, dan fokus pada solusi. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan coaching yang mendukung dan produktif.
  4. Mindset Coaching: Peserta diajarkan untuk mengembangkan mindset coaching, yaitu pola pikir yang mendorong coachee untuk berfokus pada tujuan, pengembangan diri, dan pertumbuhan berkelanjutan. Mindset ini penting dalam menciptakan perubahan positif dalam pola pikir dan perilaku coachee.
  5. Kompetensi Coaching: Pelatihan ini mencakup dua kompetensi inti dalam coaching:
    Listening Actively with R.A.S.A: Teknik mendengarkan aktif yang melibatkan Receive (Menerima), Appreciate (Mengapresiasi), Summarize (Merangkum), dan Ask (Bertanya), yang dirancang untuk memastikan coach memahami sepenuhnya apa yang disampaikan coachee.
    Powerful Question: Peserta dilatih untuk mengajukan pertanyaan yang kuat, yang mampu memicu pemikiran mendalam dan memotivasi coachee untuk menemukan solusi dan jalan keluarnya sendiri.
  6. Alur iGROW: Para peserta mempelajari model coaching iGROW, yang terdiri dari lima tahap: Identify goal (Mengidentifikasi tujuan), Generate options (Menghasilkan pilihan), Reality check (Mengevaluasi realitas), Options evaluation (Evaluasi pilihan), dan Will & action (Tindakan nyata). Alur ini membantu coachee dalam mencapai tujuan mereka secara sistematis dan terstruktur.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini diakhiri dengan sesi sertifikasi yang diakui oleh BNSP, memberikan sertifikasi kompetensi coaching mentoring kepada para dosen. Hal ini diharapkan dapat memperkuat peran dosen dalam memberikan pendampingan yang efektif bagi mahasiswa, serta meningkatkan kualitas bimbingan dan pengembangan karir di lingkungan akademis.

Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan ini, yang dianggap sebagai langkah penting dalam meningkatkan kapasitas dosen untuk berperan sebagai coach yang profesional. Kerja sama dengan BNSP memastikan bahwa pelatihan ini mengikuti standar kompetensi yang diakui secara nasional.

Dengan pelatihan ini, diharapkan dosen PJKR dapat semakin efektif dalam membimbing mahasiswa menuju pencapaian potensi terbaik mereka, sekaligus mendorong budaya coaching yang positif di lingkungan akademik.

Translate »