Seri 1 “Aku dan Keluargaku”: Buku Interaktif sebagai Media Pengenalan Topik Kesehatan Reproduksi dan Keluarga bagi Anak di SDN MOJOREJO 02 BATU Senin, 21 Juli 2025
Upaya edukasi seputar relasi keluarga, kesehatan reproduksi, dan perlindungan terhadap kekerasan seksual kini mulai menjangkau anak-anak Sekolah Dasar. Isu kekerasan seksual dan bullying di sekolah menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Batu karena adanya lonjakan kasus bullying dan kekerasan seksual di salah satu SD Negeri. Bertempat di ruang kelas SDN Mojorejo 02 Batu, sebuah kegiatan Pengenalan Topik Kesehatan Reproduksi dan Keluarga telah diselenggarakan dalam rangkaian pengabdian masyarakat dengan dukungan dana hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), pemaparan buku INDIGENOUS INTERACTIVE CHILDREN BOOK (IICB) Seri 1 berjudul “Aku dan Keluargaku”.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi yang melibatkan siswa-siswi kelas 1 – 6 SD sejumlah 150 anak. Sesi 1 diawali dengan pengerjaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa tentang struktur keluarga, perasaan, serta bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh, sebagai bagian dari materi pencegahan kekerasan seksual. Dilanjutkan dengan sesi 2 pemaparan buku interaktif sebagai media pengenalan topik kesehatan reproduksi dan keluarga bagi anak.
Acara ini didampingi langsung oleh Ketua Tim Penelitian, Ibu Paramytha Magdalena Sukarno Putri, S.K.M., M.Kes., yang turut memberikan pendampingan dan penguatan kepada siswa selama proses berlangsung. Kegiatan ini juga melibatkan tim mahasiswa dari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat FIK Universitas Negeri Malang, yaitu Alifia Meida Indrayati, Randy Gustawan, Shanica Yohana Veronica, Dhaifullah Gymnastiar Farras, Azmi Nur Azizah, dan Dena Novita Herawati, yang berperan aktif dalam membantu jalannya kegiatan serta berinteraksi langsung dengan siswa-siswi peserta kegiatan. Buku “Aku dan Keluargaku” sendiri dirancang dengan pendekatan naratif, visual, dan aktivitas yang menyenangkan untuk anak usia 7–12 tahun. Anak-anak diajak untuk mengenal struktur keluarga (keluarga inti, besar, dan tunggal), menggambarkan pohon keluarga mereka sendiri, mengungkapkan perasaan, serta memahami konsep perbedaan gender dan bagian tubuh yang dilindungi. Materi juga menyentuh topik dasar mengenai proses kelahiran dan pentingnya komunikasi sehat dalam keluarga.



Antusiasme terlihat dari ekspresi para siswa dan respon menarik dari siswa yang aktif bertanya, menggambar, dan berdiskusi antar teman selama kegiatan berlangsung. Suasana kelas tampak hidup dengan interaksi yang hangat dan rasa ingin tahu yang tinggi dari para siswa. Hal ini menunjukkan bahwa buku interaktif yang digunakan berhasil menarik perhatian dan minat belajar anak-anak.
Kegiatan ini menjadi momen yang sangat bermakna. Hal ini karena anak-anak tidak hanya diajak bermain dan menggambar, tetapi juga belajar tentang perlindungan diri, empati, dan struktur keluarga dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu anak-anak untuk lebih memahami hubungan dalam keluarga, mengenali emosi mereka, serta mulai mengenal dan menjaga tubuh mereka sendiri sebagai bagian dari upaya pencegahan kekerasan seksual dan bullying.