Malang, 5 November 2024 — Evaluasi dan monitoring mutu layanan kesehatan menjadi kunci dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, sejalan dengan upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam kuliah tamu yang penuh wawasan di Gedung C6 Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang (UM), Achmad Yusril Ilmi, S.KM, alumni IKM UM yang kini bekerja di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Airlangga (RSGM Unair), berbagi metode dan pendekatan dalam monitoring serta evaluasi mutu layanan kesehatan. Kuliah tamu ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan yang diampu oleh Dian Mawarni, S.K.M., M.P.H.
Topik yang diangkat oleh Yusril menyoroti pentingnya proses monitoring dan evaluasi sebagai alat untuk memastikan layanan kesehatan memenuhi standar kualitas dan dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat. Dengan penuh semangat, ia memaparkan bagaimana evaluasi mutu tidak hanya berfungsi untuk menilai keberhasilan program kesehatan, tetapi juga menjadi dasar dalam merancang perbaikan berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Monitoring dan evaluasi adalah dua elemen penting yang tidak bisa dipisahkan dalam manajemen kesehatan,” tegas Yusril.
Kuliah berlangsung dalam suasana interaktif, dengan pendekatan praktis yang mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung dalam diskusi dan simulasi. Yusril menjelaskan secara mendetail beberapa metode evaluasi, mulai dari audit klinis, survei kepuasan pasien, hingga penilaian berbasis indikator kesehatan. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mencoba melakukan analisis sederhana terkait mutu layanan dengan contoh kasus nyata yang disajikan oleh Yusril, membuka wawasan baru tentang bagaimana data dapat digunakan untuk memperbaiki pelayanan.
Dalam sesi ini, Yusril juga menyoroti dampak besar yang dapat dihasilkan dari evaluasi yang efektif, tidak hanya dalam hal peningkatan mutu layanan, tetapi juga dalam pencapaian tujuan SDGs di bidang kesehatan. “Ketika kita meningkatkan kualitas layanan, kita bukan hanya berbicara tentang pelayanan yang lebih baik, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Yusril, menekankan bagaimana evaluasi yang baik dapat meningkatkan efektivitas intervensi kesehatan di tingkat komunitas.
Kuliah tamu ini bertujuan untuk memperkuat jejaring alumni, serta memberikan wawasan langsung kepada mahasiswa tentang penerapan teori yang dipelajari di kelas dalam konteks dunia kerja. Sebagai alumni, Yusril memberikan inspirasi dan motivasi bagi para mahasiswa agar terus belajar dan berkontribusi dalam dunia kesehatan. “Melalui monitoring dan evaluasi yang tepat, kita bisa membantu memastikan bahwa layanan kesehatan yang diberikan berdampak signifikan bagi masyarakat,” tambah Yusril.
Sebagai tindak lanjut, FIK UM akan mengadakan pelatihan intensif bagi mahasiswa terkait teknik monitoring dan evaluasi, serta bagaimana menggunakan data hasil evaluasi untuk merancang strategi perbaikan. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan keterampilan analisis yang tajam, sehingga mereka mampu menjadi agen perubahan yang kompeten dalam sektor kesehatan.
Kuliah tamu ini menjadi bukti komitmen UM dalam menghasilkan lulusan yang siap untuk berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan, melalui pendekatan yang inovatif dan berbasis data.

