Malang, 2 Mei 2025 – Universitas Negeri Malang (UM) melalui tim Pengabdian Kepada Masyarakat melaksanakan kegiatan bertajuk “Pelatihan Kesiapsiagaan Guru dalam Kasus Kedaruratan dan Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Kebakaran di SDN Karangbesuki 03 Kota Malang”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sekolah Siaga Bencana yang bertujuan membangun kapasitas guru dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekolah, terutama bencana gempa bumi dan kebakaran.

Kegiatan ini didasari oleh kenyataan bahwa Indonesia, khususnya wilayah Malang Raya, berada di kawasan rawan bencana. Sebagai garda terdepan dalam pendidikan, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pelindung keselamatan siswa saat bencana terjadi. Karena itu, kesiapsiagaan guru menjadi hal yang sangat krusial.

Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif, dimulai dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal guru. Materi disampaikan melalui kombinasi metode ceramah dan sesi tanya jawab yang aktif. Dua pokok bahasan utama yaitu mitigasi tanggap bencana dan first aid dibawakan oleh pemateri dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat UM, yaitu Ibu Dian Puspitaningtyas dan Ibu Anita Sulistyorini.

Setelah sesi teori, guru diajak terlibat langsung dalam simulasi evakuasi darurat dan praktik pertolongan pertama (first aid) seperti penanganan tersedak, luka ringan, RJP, dan teknik evakuasi aman. Dalam simulasi ini, guru dilatih tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi.

Kegiatan ini juga diikuti oleh penandatanganan MoU antara Fakultas Ilmu Keolahragaan dan SDN Karangbesuki 03 sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam penguatan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Kepala SDN Karangbesuki 03 menyambut baik program ini. “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Guru-guru kami menjadi lebih sadar dan siap jika suatu saat terjadi kondisi darurat. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa berlanjut dan melibatkan lebih banyak sekolah,” ujar beliau.

Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:

  • SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera: Guru dilatih untuk memberi pertolongan pertama, menjaga keselamatan diri dan orang lain saat krisis.
  • SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Sekolah aman bencana adalah bagian penting dari lingkungan belajar yang inklusif dan tangguh.
  • SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan: Membangun komunitas sekolah yang tanggap dan adaptif terhadap bencana alam.
  • SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: Melalui kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan sekolah dasar.

Ketua tim pengabdian, Ibu Anita Sulistyorini, menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model implementasi edukasi kebencanaan yang terintegrasi dengan pembelajaran. “Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga harus menjadi tempat yang aman. Guru yang tanggap akan menciptakan budaya sadar bencana di sekolah,” ujar beliau.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, SDN Karangbesuki 03 diharapkan menjadi pionir sekolah tangguh bencana di wilayah Malang dan sekitarnya. Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap krisis dan risiko bencana alam.

Translate »