Malang, 3 Desember 2025 – Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang (UM), menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture dengan materi “Epidemiologi Penyakit Rabies” pada Rabu, 3 Desember 2025. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian penguatan materi perkuliahan Epidemiologi Penyakit Tropis dan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. I Nyoman Purnawan, S.KM., M.PH. sebagai narasumber utama. Beliau berasal dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Dhyana Pura Bali yang memiliki pengalaman luas terkait pengendalian penyakit zoonotik. Guest lecture ini diikuti oleh mahasiswa Departemen IKM yang saat ini mempelajari epidemiologi penyakit tropis, serta berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Kehadiran narasumber ahli ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung terkait konsep, kasus lapangan, hingga praktik pengendalian penyakit rabies yang berbasis bukti ilmiah.

Dalam pemaparannya, Dr. Purnawan menekankan bahwa rabies merupakan salah satu penyakit zoonotik paling berbahaya dengan tingkat fatalitas hampir 100% apabila tidak ditangani dengan segera. Beliau menjelaskan secara rinci mengenai pola penularan rabies, faktor risiko yang mempercepat penyebaran, serta dinamika epidemiologi yang perlu dipahami oleh calon tenaga kesehatan masyarakat. Selain itu, narasumber juga mengulas perkembangan situasi rabies di Indonesia, tantangan penanganan lintas daerah, dan urgensi pendekatan One Health yang melibatkan kolaborasi antara sektor kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep surveilans epidemiologi rabies, peran penting vaksinasi hewan penular seperti anjing dan kucing, serta strategi edukasi masyarakat untuk mencegah peningkatan jumlah kasus gigitan. Dr. Purnawan turut menyoroti pentingnya respon cepat terhadap kasus suspek, baik dari sisi klinis maupun dari sisi pelaporan, untuk mencegah kematian akibat rabies yang sebenarnya dapat dicegah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memperluas perspektif mengenai pengendalian zoonosis dan memahami bagaimana pendekatan ilmiah dapat diterapkan dalam upaya pencegahan penyakit menular. Guest lecture ini tidak hanya menambah pengetahuan konseptual, tetapi juga melatih kemampuan analisis epidemiologi mahasiswa dalam menilai risiko, membaca pola penyakit, hingga merancang intervensi kesehatan masyarakat yang efektif.

Guest lecture ini juga menjadi bukti komitmen Universitas Negeri Malang dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kontribusi kegiatan ini tercermin dalam beberapa poin SDGs, antara lain:

SDG 3 – Good Health and Well-being
Penguatan pemahaman mahasiswa mengenai pencegahan penyakit rabies sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

SDG 4 – Quality Education
Penyediaan pembelajaran bermutu melalui keterlibatan narasumber ahli yang berpengalaman di bidang epidemiologi.

SDG 11 – Sustainable Cities and Communities
Peningkatan kesadaran tentang pentingnya manajemen hewan penular penyakit sebagai bagian dari menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.

SDG 17 – Partnerships for the Goals
Penguatan kolaborasi akademik yang mendorong sinergi lintas sektor untuk menangani isu-isu kesehatan masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pemahaman komprehensif mengenai epidemiologi rabies sekaligus menumbuhkan kepedulian untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan, edukasi masyarakat, dan pengendalian penyakit zoonotik. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon profesional di bidang kesehatan masyarakat dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.

Translate »