Malang, 1 Juni 2024 – Dosen bersama Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (FIK UM) dengan bangga mengungkapkan keberhasilan pelaksanaan kegiatan penelitian “Prototipe Food Alternative Weekly Planner Sebagai Media Untuk Edukasi Manajemen Pengolahan MP-ASI Berbasis Home Economic Pada Keluarga Berisiko Stunting di Kota Batu”. Kegiatan penelitian ini telah dilaksanakan secara bertahap sebanyak 3 pertemuan, yakni pada tanggal 2 Mei 2024, 18 Mei 2024, dan 1 Juni 2024 di dusun Sawahan Desa Giripurno, Kec. Bumiaji, Kota Batu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi Prototipe Food Alternative Weekly Planner sebagai media edukasi manajemen pengolahan MP-ASI berbasis Home Economic dengan sasaran keluarga berisiko stunting. Sebanyak 30 ibu balita mengikuti kegiatan pemberian edukasi oleh pemateri ahli pada setiap pertemuan yang mendalam dan interaktif.
Menghadirkan Pemateri yang Ahli dalam Bidang Ekonomi
Pada pertemuan akhir yang dilaksanakan tanggal 1 Juni 2024, tim penelitian menghadirkan pemateri, yakni Bapak Tri Nurdiyanso yang ahli dalam bidang ekonomi. Ibu-ibu tidak hanya belajar mengolah MPASI, tetapi kali ini juga belajar manajemen keuangan dalam keluarga, khususnya dalam menyiapkan MPASI. Sehingga makanan yang diberikan kepada si kecil tetap bergizi dan tidak membebani pengeluaran rumah tangga.
Antusiasme Peserta dan Harapan Masa Depan
Respon peserta terhadap kegiatan penelitian ini sangat positif. Banyak responden yang merasa bahwa tema yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Melalui kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman lebih mendalam tentang MPASI tetapi juga pengelolaan keuangan keluarga. Melalui media food weekly planner
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi ibu-ibu untuk mewujudkan makanan yang bergizi berbasis home economic dalam keluarga. Didukung adanya media food weekly planner dapat memudahkan ibu untuk merencanakan makan si kecil sehari-hari.
Kegiatan pengembangan “Media Edukasi Manajemen Pengolahan MPASI” yang melibatkan dosen dan mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat dalam memperkenalkan Food Weekly Planner diharapkan mampu menjadi solusi inovatif dalam mendukung upaya penghapusan kemiskinan dan pemerataan akses terhadap sumber daya ekonomi. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya gizi sejak dini dan pemanfaatan sumber daya secara efektif, khususnya bagi keluarga kurang mampu. Harapannya, kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nutrisi bagi pertumbuhan anak-anak, tetapi juga mendorong adopsi praktik-praktik sehat dalam pengelolaan pangan sehari-hari, yang pada akhirnya dapat mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara menyeluruh.