Malang, 26 April 2025 – Dalam rangka mendorong kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting sejak dini, Tim Pengabdian Masyarakat dari Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Malang (UM), melaksanakan kegiatan edukasi di Posyandu Remaja Barnes, Kelurahan Bareng, Kota Malang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program promotif dan preventif yang diketuai oleh Rany Ekawati, S.K.M., M.P.H., yang menggandeng pengelola Posyandu Remaja dan tokoh masyarakat setempat. Tujuannya adalah memberikan edukasi kesehatan yang komprehensif dan aplikatif, yang tidak hanya membahas aspek biologis, tetapi juga sosial dan perilaku remaja dalam menghadapi tantangan kesehatan reproduksi serta risiko stunting.
“Kami sangat menyambut baik inisiatif edukasi kesehatan ini, karena remaja merupakan usia yang sangat rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi. Dengan memberikan pemahaman yang benar, kita dapat membantu mereka membuat keputusan yang bijak mengenai tubuh dan kesehatannya, serta mencegah masalah stunting di masa depan,” ujar Bapak Pancoro, Ketua RW 02 Kelurahan Bareng, sekaligus koordinator kegiatan Posyandu Remaja Barnes.
Dalam kegiatan ini, para peserta—yang merupakan remaja dari lingkungan sekitar—mendapatkan materi interaktif mengenai:
- Perubahan fisik dan emosional pada masa pubertas,
- Pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi,
- Pola makan sehat dan bergizi sebagai bagian dari pencegahan stunting.

Inovasi Media Edukasi: KEPO CARD
Salah satu nilai tambah dari kegiatan ini adalah penggunaan media edukasi interaktif hasil karya mahasiswa IKM Universitas Negeri Malang, berupa:
- Video edukatif seputar kesehatan reproduksi dan gizi remaja;
- KEPO CARD, yaitu media kartu edukatif visual yang dirancang agar remaja lebih mudah memahami informasi kesehatan reproduksi dan aktif dalam diskusi kelompok kecil.


Mendorong Literasi Kesehatan Remaja
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja serta membentuk pola pikir kritis dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Lebih dari sekadar penyuluhan satu kali, program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun generasi muda yang sehat, peduli, dan berdaya.
Mendukung Pencapaian SDG 3: Good Health and Well-being
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being, yang menargetkan peningkatan kesehatan masyarakat di semua kelompok usia. Dengan menyasar kelompok remaja, kegiatan ini berupaya mencegah masalah jangka panjang seperti kehamilan tidak direncanakan dan stunting—dua isu yang berdampak besar pada masa depan generasi muda.