Ketimpangan sosial, pendidikan, dan ekonomi yang masih mengakar kuat menjadi faktor utama munculnya masalah kesejahteraan sosial. Kelompok Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sering menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses pendidikan yang berkualitas, kesehatan yang memadai, dan kesempatan ekonomi yang mandiri. Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Camp Assessment Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang di Tlogowaru, Malang, menjadi saksi bisu perjuangan PMKS, terutama mereka dengan riwayat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Saat ini, terdapat empat klien yang tinggal di Liponsos, berjuang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Dalam upaya mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin 3, 4, dan 8, serta tema Lustrum XIV Universitas Negeri Malang, yaitu “Sehat Bahagia, Prestasi Mendunia”, Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertajuk “Pengabdian Masyarakat pada Kelompok PMKS”. Tema kegiatan ini adalah “Fisik Sehat untuk Membangun Perubahan, Jiwa Kuat untuk Perubahan Berkelanjutan”.

Kegiatan pengabdian ini mencakup: 1) Senam, terapi tawa, dan terapi aktivitas kelompok (TAK); 2) Cek kesehatan dan pemberian obat; 3) Demo masak dan berjualan popcorn; dan 4) Mini games. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada penghuni Liponsos, baik dari segi kesehatan maupun keterampilan ekonomi.

Tim pengabdian yang terlibat dalam kegiatan ini dipimpin oleh Indana Tri Rahmawati, S.KM., M.Kes, didukung oleh Putri Djamilah Wahidah, S.KM., serta tiga mahasiswa IKM FIK UM yang sedang melaksanakan magang di Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, yaitu Nurmila Kurnia, Ananda Shafa Nabila, dan Sindi Fatmawati. Kegiatan ini berlangsung selama tiga minggu, dimulai dengan analisis situasi mitra pada 3 Juli 2024, dilanjutkan dengan koordinasi dan perizinan, hingga pelaksanaan kegiatan pada 28 Juli 2024 di Liponsos Camp Assessment Dinas Sosial.

Antusiasme terlihat jelas dari empat klien dan tiga petugas camp yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Skrining kesehatan memberikan gambaran kondisi kesehatan klien dan petugas, sementara olahraga bersama dan outbound berhasil meningkatkan kekompakan penghuni shelter serta mengurangi rasa bosan, sedih, dan rindu pada keluarga.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk kolaborasi lebih lanjut antara Universitas Negeri Malang dan Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, khususnya dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dan kualitas hidup PMKS di Kota Malang. Langkah berikutnya adalah memperluas jangkauan kegiatan ke pondok lansia dan Tuna Wisma Karya (TWK), sehingga tercipta masyarakat yang sehat, sejahtera, dan setara. Dengan komitmen bersama, kita dapat mewujudkan impian dan semangat No One Left Behind untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif dan bermartabat.

Translate »