Malang, 7 Oktober 2025 – Departemen Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang menyelenggarakan Guest Lecture dengan menghadirkan Adjunct Professor dari luar negeri, Professor Yonghoo Lee dari Seoul National University, Korea Selatan. Kegiatan bertema “New Paradigm in Adapted Physical Activity” ini diikuti dengan antusias oleh dosen dan mahasiswa yang memiliki minat pada bidang pendidikan jasmani adaptif dan inklusif. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang seminar lantai 1 Gedung C6 FIK UM berlangsung dari jam 9.00 sampai dengan 12.00.  

Dalam pemaparannya, Prof. Yonghoo Lee menjelaskan bahwa dunia pendidikan jasmani tengah mengalami perubahan besar dalam memahami dan melaksanakan adapted physical activity (APA). Menurutnya, paradigma baru harus berpindah dari pendekatan “keterbatasan” menuju pendekatan “kesetaraan partisipasi”. Pendidikan jasmani adaptif bukan lagi sekadar memberikan akses bagi individu dengan kebutuhan khusus, tetapi menciptakan ekosistem olahraga yang benar-benar inklusif, di mana setiap individu dapat berpartisipasi, berprestasi, dan merasakan makna dari aktivitas fisik sesuai kemampuannya. “In the new paradigm, adapted physical activity is not about limitation, but about empowerment,” tegas Prof. Lee. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas disiplin antara guru pendidikan jasmani, terapis olahraga, psikolog, dan ahli kesehatan untuk menciptakan pendekatan yang holistik terhadap kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

Kegiatan ini berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Mahasiswa pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan seputar implementasi pembelajaran jasmani adaptif di sekolah dan komunitas. Salah satu mahasiswa bertanya “Bagaimana kita dapat memotivasi siswa agar lebih percaya diri dan mau berpartisipasi aktif dalam kegiatan jasmani?” Prof. Lee menjawab, “Kuncinya ada pada pendekatan humanis dan penghargaan terhadap setiap usaha siswa. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai facilitator of confidence. Saat siswa merasa diterima dan dihargai, motivasi itu akan tumbuh dengan sendirinya.”

Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan UM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program internasionalisasi dan penguatan kapasitas akademik di tingkat global. Melalui kolaborasi dengan Seoul National University, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang berharap dapat memperluas kerja sama penelitian, pertukaran dosen, serta pengembangan kurikulum berbasis pendidikan jasmani inklusif. Pendidikan jasmani harus mampu menjawab tantangan zaman, termasuk memastikan bahwa setiap individu, dengan berbagai kondisi fisik dan mental, memiliki hak yang sama untuk belajar dan berpartisipasi dalam aktivitas jasmani. Kuliah dosen tamu ini tidak hanya memperkaya wawasan sivitas akademika Fakultas Ilmu keolahragaan Universitas Negeri Malang tentang paradigma baru dalam pendidikan jasmani adaptif, tetapi juga menjadi momentum penting bagi kampus untuk terus meneguhkan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan olahraga yang inklusif, berdaya saing global, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Translate »