Laboran Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat mengembangkan inovasi digital berupa Sistem Informasi Inventarisasi Laboratorium Berbasis Website dengan Fitur Scan Barcode. Inovasi ini hadir sebagai solusi terhadap permasalahan inventarisasi alat dan bahan laboratorium yang selama ini masih dilakukan secara manual. Selama ini, proses pencatatan inventaris di laboratorium dilakukan secara konvensional melalui buku catatan. Metode tersebut sering menimbulkan kendala, seperti ketidaksesuaian data antara catatan dan kondisi nyata, keterlambatan pengecekan alat, hingga meningkatnya potensi human error. Hal ini tentu berdampak pada efisiensi kegiatan praktikum mahasiswa yang membutuhkan ketersediaan alat secara tepat waktu.
Menanggapi hal tersebut, tim pengembang berinisiatif merancang sistem informasi berbasis website yang terintegrasi dengan teknologi scan barcode. Melalui sistem ini, proses pengecekan alat dan bahan laboratorium dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan real-time, tanpa perlu mencatat manual di buku inventaris. Untuk memastikan efektivitas dan kelayakan sistem yang dikembangkan, tim telah melakukan uji coba kelompok kecil dengan 10 responden dan uji kelompok besar dengan 45 responden yang terdiri dari mahasiswa dan laboran. Hasil uji menunjukkan bahwa sistem ini dinilai sangat layak digunakan, baik dari segi tampilan, kemudahan penggunaan, maupun keakuratan data yang dihasilkan.
Dengan penerapan sistem ini, kegiatan administrasi laboratorium menjadi lebih terstruktur dan transparan. Selain itu, sistem juga berfungsi sebagai media monitoring yang memudahkan pengelolaan alat dan bahan praktikum untuk mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar di laboratorium. Melalui penelitian dan pengembangan ini, mahasiswa berharap sistem tersebut dapat diimplementasikan secara berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas dan akurasi inventarisasi alat laboratorium di lingkungan kampus.

