Malang, 18 Mei 2025 — Upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi para pemulung di Kampung Pulosari, Kelurahan Purwodadi, Kota Malang, dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Less Hazard: Implementasi K3 dalam Menciptakan Gudang Besi Tua dan Lingkungan Kerja dengan Meminimalisir Bahaya”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang, sebagai bagian dari komitmen mereka dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Kampung Pulosari dikenal sebagai kawasan padat penduduk dengan dominasi mata pencaharian sebagai pemulung. Kondisi tempat tinggal yang berdempetan, dapur yang menjadi satu dengan area tidur, serta aktivitas pemilahan sampah yang tidak aman menjadikan kawasan ini rentan terhadap risiko kecelakaan dan gangguan kesehatan. Pemilahan sampah yang mencampurkan bahan organik dengan bahan berbahaya seperti botol aerosol, serta minimnya penggunaan alat pelindung diri (APD), menimbulkan keluhan kesehatan pada warga, seperti gatal-gatal, kemerahan, bintik-bintik berisi cairan di bagian tangan dan lengan.

Kegiatan pengabdian ini bersasaran pada pemulung dan keluarga pemulung dengan mengusung inovasi implementasi prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pendekatan hierarchy control, khususnya pada aspek pengendalian administratif (administrative controls) dan penggunaan alat pelindung diri atau personal protective equipment (PPE). Beberapa langkah konkret yang dilakukan antara lain:

  • Penyampaian materi mengenai pemilahan sampah berdasarkan klasifikasi jenis sampah
  • Penandatanganan safety commitment oleh warga sebagai bentuk komitmen terhadap penerapan K3.
  • Pemasangan rambu-rambu keselamatan dan mapping gudang untuk mempermudah navigasi dan meningkatkan kewaspadaan pekerja.
  • Pemasangan matriks APD, sebagai panduan penggunaan perlindungan diri sesuai risiko kerja.
  • Distribusi APD berupa sepatu boots, masker, apron, dan sarung tangan kepada para pemulung.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Rachmy Rosyida Ro’is, S.K.M., M.K.K.K., serta dosen peminatan Gizi Masyarakat, Lulu’ul Badriyah, S.K.M., M.K.M., bersama 6 mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat, seperti Dandy Arie Pramudya, Ni Made DwiAstini Sucita, Tiara Rachmanissa, Bima Sutan Putra Bahari, Adelia Permatasari, dan Haliza Lanis Aulia.

Antusiasme warga sangat tinggi yang dibuktikan dengan peserta aktif bertanya dan menunjukkan pemahaman yang meningkat, terutama dalam membedakan jenis sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Tak hanya itu, warga juga menunjukkan komitmen dalam menerapkan prosedur keselamatan melalui penandatanganan safety commitment. Dengan pendekatan partisipatif dan edukatif, warga kini memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang manajemen risiko serta pentingnya APD.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial semata, namun menjadi titik awal bagi lahirnya budaya kerja yang aman dan sehat di kalangan pemulung Kampung Pulosari,” ungkap Rachmy Rosyida Ro’is.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi standar operasional berkelanjutan di gudang besi tua serta mendorong kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah sesuai klasifikasinya. Lebih jauh lagi, implementasi K3 ini diharapkan mampu menurunkan angka kecelakaan kerja, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif.

Translate »