Rabu pagi itu, suasana di SDN 2 Besuki terasa berbeda dari biasanya. Siswa kelas 5 tampak berkumpul dengan antusias di aula sekolah, menanti sesuatu yang menarik. Bukan pelajaran biasa yang mereka hadapi hari ini, tetapi sebuah kegiatan seru yang dipersembahkan oleh mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang. Para mahasiswa datang membawa media edukasi unik: movable book interaktif tentang demam berdarah.

Mengenal Demam Berdarah dengan Cara Menyenangkan
Kegiatan pengabdian ini berfokus pada pemberian edukasi terkait demam berdarah, penyakit yang sering mengancam kesehatan masyarakat, khususnya di daerah tropis seperti Indonesia. Namun, kali ini, metode yang digunakan bukan sekadar ceramah biasa. Para mahasiswa memanfaatkan movable book, sebuah buku interaktif yang memungkinkan anak-anak untuk berpartisipasi aktif dengan menggerakkan berbagai elemen visual di dalamnya.

Ketika movable book dibuka, terlihat gambar-gambar ilustrasi nyamuk Aedes aegypti, rumah dengan tempat-tempat potensial bagi jentik nyamuk, serta langkah-langkah pencegahan yang harus diambil. Para murid kelas 5 sebgaia sasaran audiens pun diajak untuk memahami apa itu demam berdarah, bagaimana penyebarannya, dan cara-cara yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya.

Menggabungkan Edukasi dan Kreativitas
Tidak hanya menarik, penggunaan media ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya serap materi di kalangan siswa sekolah dasar. Dengan pendekatan visual dan interaktif, informasi menjadi lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Selama sesi berlangsung, para siswa tak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya dan menjawab pertanyaan seputar demam berdarah.

Antusiasme Siswa dan Harapan Ke Depan
Sesi ini ditutup dengan tepuk tangan dari para siswa yang tampak sangat menikmati kegiatan tersebut. Sejumlah siswa bahkan mendekat untuk melihat lebih dekat movable book dan menanyakan hal-hal yang lebih spesifik tentang pencegahan demam berdarah.

Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kesehatan lingkungan dan turut serta dalam upaya pencegahan demam berdarah. Dengan semangat edukasi yang inovatif, mereka berkomitmen untuk terus melakukan pengabdian yang tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menyenangkan bagi anak-anak.

Kegiatan hari itu tak hanya menambah pengetahuan para siswa, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam—belajar bisa menjadi menyenangkan dan penuh imajinasi.

Translate »