Turen, Malang – Sepuluh mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) dari Fakultas Ilmu Keolahragaan mengadakan kegiatan observasi di SMA Negeri 1 Turen, Kabupaten Malang, pada 18 September 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda, khususnya Gen Z, untuk dapat menjadi warga negara yang cerdas, baik dalam kehidupan nyata maupun di dunia digital.

Dengan mengangkat tema “Peran Gen Z Menjadi Warga Negara Cerdas di Dunia Nyata dan Digital”, observasi dilakukan melalui pengamatan, diskusi, serta pemaparan materi yang dibawakan oleh Li Ulin Nuha dan Oftafiana Elsa. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya literasi digital, etika bermedia sosial, serta tanggung jawab generasi muda dalam menjaga identitas bangsa di tengah derasnya arus informasi.

Kegiatan berlangsung dinamis, diwarnai dengan interaksi aktif antara mahasiswa dan siswa SMA Negeri 1 Turen. Para siswa antusias berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menerima wawasan baru terkait dampak positif dan negatif dari dunia digital.

Dalam kesempatan tersebut, Oftafiana Elsa memberikan pesan yang kuat untuk menjadi refleksi bersama. Ia menyampaikan bahwa jejak digital tidak pernah benar-benar hilang, sehingga setiap tindakan di ruang maya akan selalu meninggalkan rekam jejak yang dapat dilihat kembali di masa depan. “Jejak digital itu abadi. Apa pun yang kita unggah atau bagikan akan selalu terekam, sehingga sudah seharusnya kita memastikan bahwa jejak yang kita tinggalkan adalah hal-hal positif. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga nama baik diri sendiri, tetapi juga memberi teladan baik bagi orang lain.” ujarnya.

Sementara itu, Davien Yanuar selaku ketua kelompok observasi, menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seperti ini. “kami memilih tema ini karena dunia digital sudah menjadi ruang hidup kedua bagi Gen-Z. Tantangan kita bukan hanya berprestasi di dunia nyata, tetapi juga bertanggung jawab di ruang digital. Pendidikan kewarganegaraan menjadi relevan karena mengajarkan bagaimana menjadi warga negara yang cerdas,kritis dan berkarakter di dua dunia sekaligus. Sebagaimana yang sama sama kita ketahui Generasi kita inj dituntut untuk cerdas memilah informasi, kritis dalam berfikir, serta bijak dalam meningalkan jejak digital. Jika tidak, justru arus teknologi bisa membawa dampak negatif. Karena itu, kegiatan seperti ini penting agar kita, sebagai mahasiswa maupun siswa, bisa sama sama belajar menjadi warga negara yang benar benar berkarakter di era serba digital” ujar Davien Yanuar selaku ketua.

Kelompok observasi ini terdiri dari sepuluh mahasiswa, yaitu Davien Yanuar selaku ketua, bersama dengan Jiddan Choiron Yahmadi, Ahmad Bajuromi, Li Ulin Nuha, Sarah Nabila, Ifan Bashoir, Ra’fah Naysilla, Rachmad Rifky, Mikhail Haq, dan Oftafiana Elsa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UM tidak hanya belajar memperdalam teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengimplementasikannya secara nyata di lapangan. Sinergi antara mahasiswa dan siswa SMA Negeri 1 Turen ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kritis dan sikap bertanggung jawab dalam bermedia, sehingga Gen Z mampu tampil sebagai generasi cerdas, beretika, dan berkarakter di era digital maupun dunia nyata.

Translate »