Dalam upaya untuk mengurangi dampak cemaran lingkungan akibat proses produksi dupa, sebuah penelitian kolaboratif telah dilakukan oleh tim dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat peminatan Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, serta Epidemiologi Universitas Negeri Malang. Penelitian yang dipimpin oleh Mika Vernicia Humairo, S.KM., M.P.H., dan anggota tim Tika Dwi Tama, S.KM., M.Epid dan Dian Puspitaningtyas Laksana, S.KM., M.K.K.K ini bertujuan untuk mengukur efektivitas model Remediasi menggunakan Inovasi APTA (Air Purification Toxic Adsorbent).
Penelitian ini dilakukan di pabrik dupa yang terletak di Desa Dalisodo, Kota Malang. Kegiatan pra-intervensi dilakukan pada tanggal 3 Juni 2024, dengan pengambilan sampel debu di 10 titik yang berbeda untuk dilakukan pengujian di laboratorium kimia Universitas Negeri Malang. Pengujian difokuskan pada pengukuran kadar Mangan (Mn), Timbal (Pb), dan PM2.5 sebelum dan sesudah intervensi menggunakan APTA.
Kegiatan penelitian ini terkait dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 3: Good Health and Well-being (mengurangi pencemaran udara yang berbahaya untuk kesehatan manusia, seperti PM2,5, mangan, dan timbal, berkontribusi pada peningkatan kualitas udara dan kesehatan masyarakat), SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure (penerapan inovasi APTA mencerminkan upaya dalam mempromosikan teknologi bersih dan berkelanjutan dalam industri), SDG 11: Sustainable Cities and Communities (memastikan lingkungan perkotaan yang sehat dan berkelanjutan dengan mengurangi polusi udara dari kegiatan industri), SDG 12: Responsible Consumption and Production (mendukung praktik produksi yang lebih bertanggung jawab dengan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan), dan SDG 13: Climate Action (mengurangi emisi polutan dan meningkatkan kualitas udara berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim).
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya menjaga kualitas udara di sekitar pabrik dupa dan kesehatan masyarakat sekitarnya. Temuan dan rekomendasi dari penelitian ini akan menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan lingkungan yang lebih baik di masa mendatang.

