Malang, 2 September 2026 — Edukasi mitigasi bencana tidak harus selalu dilakukan melalui pembelajaran konvensional di dalam kelas. Tim Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi edukasi kebencanaan melalui MONSIAGA (Monopoli Siaga Bencana Hidrometeorologi) di SMP Negeri 7 Malang, pada hari Rabu (2/9/2026).

Kegiatan bertajuk “MONSIAGA: Inovasi Edukasi Mitigasi Bencana Berbasis Permainan Monopoli dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Siswa SMP Negeri di Malang” ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim UM dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. Kegiatan diikuti oleh 31 siswa kelas VII, VIII, dan IX SMP Negeri 7 Malang.

Pemilihan SMP Negeri 7 Malang sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada pentingnya penguatan pengetahuan dan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat sekolah. Kawasan di sekitar SMP Negeri 7 Malang memiliki potensi kerawanan terhadap bencana banjir, sehingga edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi banjir menjadi penting untuk diberikan kepada siswa sejak dini. Sebagai bagian dari bencana hidrometeorologi, banjir dapat terjadi akibat kondisi cuaca dan lingkungan tertentu serta berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan di sekolah.

Melalui kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman mengenai kesiapsiagaan menghadapi banjir, mulai dari mengenali potensi dan tanda-tanda bahaya, memahami tindakan sebelum banjir, mengetahui langkah yang tepat saat banjir terjadi, hingga memahami hal-hal yang perlu dilakukan setelah kondisi kembali aman. Edukasi tersebut diharapkan dapat membekali siswa agar tidak panik dan mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

MONSIAGA dikembangkan sebagai media pembelajaran interaktif yang menggabungkan unsur edukasi, permainan, dan mitigasi bencana hidrometeorologi. Dalam konteks kegiatan di SMP Negeri 7 Malang, materi permainan diarahkan untuk memperkuat pengetahuan siswa mengenai bencana banjir dan langkah-langkah kesiapsiagaannya.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai kebencanaan dan mitigasi bencana oleh Mika Vernicia Humairo, S.KM., M.P.H., dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Materi diberikan sebagai bekal bagi siswa untuk mengenali risiko bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, serta memahami tindakan yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.

Setelah mendapatkan pembekalan materi, siswa kemudian diajak belajar melalui permainan MONSIAGA. Permainan ini mengadaptasi mekanisme permainan monopoli dengan memasukkan unsur edukasi mengenai bencana hidrometeorologi. Berbagai pertanyaan dan tantangan yang terdapat dalam permainan dirancang untuk menguji sekaligus memperkuat pemahaman siswa mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UM berperan sebagai pendamping permainan. Mahasiswa membantu siswa memahami aturan, mengikuti alur permainan, serta memberikan penjelasan ketika siswa menghadapi pertanyaan atau situasi yang berkaitan dengan mitigasi bencana. Dengan demikian, proses bermain tidak hanya berorientasi pada pencapaian kemenangan, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar, berdiskusi, dan mengingat kembali materi yang telah disampaikan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Siswa terlibat aktif dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi dengan teman, serta menentukan langkah selama permainan. Materi mengenai kesiapsiagaan banjir yang sebelumnya disampaikan secara teoritis kemudian dapat dipahami kembali melalui mekanisme permainan yang menyenangkan dan partisipatif.

Melalui pendekatan belajar sambil bermain, MONSIAGA memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa. Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga didorong untuk mengingat, memahami, dan menerapkan pengetahuan mengenai kesiapsiagaan bencana dalam berbagai situasi yang disimulasikan melalui permainan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar dan tanggap bencana sejak usia sekolah. Dengan memahami risiko banjir di lingkungan sekitar dan mengetahui tindakan yang tepat ketika bencana terjadi, siswa diharapkan memiliki kesiapan untuk melindungi diri serta dapat menyebarkan pengetahuan kebencanaan kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Pelaksanaan MONSIAGA turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan kontekstual sesuai dengan kondisi lingkungan siswa. Kegiatan ini juga mendukung SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, terutama melalui peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sekolah dalam menghadapi risiko bencana serta upaya membangun komunitas yang lebih tangguh terhadap bencana.

Dengan mengangkat isu yang dekat dengan lingkungan siswa, edukasi melalui MONSIAGA diharapkan tidak berhenti pada kegiatan permainan di sekolah. Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menerapkan perilaku siaga bencana dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi potensi banjir di lingkungan sekitar.

MONSIAGA bukan sekadar permainan monopoli, tetapi menjadi ruang belajar bagi siswa untuk mengenali risiko, memahami tindakan mitigasi, dan membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.

MONSIAGA: Bermain, Belajar, dan Siaga Menghadapi Banjir.

Translate »