Seribu hari kehidupan anak menjadi faktor krusial tumbuh kembang anak yang dapat mempengaruhi kehidupan anak pada tahap selanjutnya. Bayi yang baru lahir harus mendapatkan ASI secara eksklusif selama dua tahun penuh. Namun, ASI saja tidak cukup memenuhi kebutuhan anak di masa pertumbuhan yang sangat pesat. Anak harus diberikan Makanan Pendamping ASI (MP ASI) tepat setelah usia 6 bulan. 

Pemberian MP ASI harus memenuhi prinsip-prinsip tepat usia, frekuensi, jumlah, tekstur, dan variasi. Pada tiap jenjang pertumbuhan anak, kebutuhan gizi anak juga akan meningkat. Oleh karena itu, Mahasiswa Departemen IKM yang sedang mengikuti program KKN MD UM mengenalkan komoditas lokal sebagai menu MP ASI mendukung optimalisasi 1000 hari pertama kehidupan.

Pada hari ini kami mendapat kesempatan untuk melakukan pendampingan terhadap ibu kader posyandu dalam pemberian makanan tambahan berupa makanan pokok. Audiensi dari para ibu cukup antusias dalam sesi posyandu kali ini. Pemberian bahan makanan pokok dapat menjadi menu sehat untuk sang buah hati dan keluarga, tentunya dengan memperhatikan prinsip-prinsip MP ASI sesuai pedoman gizi seimbang.

Pada kegiatan ini, kami juga memberi tahu ibu hebat Randupitu bahwa makanan sehat bergizi tidak cuma berasal dari bahan makanan yang mahal. Bahan makanan yang sering didapatkan di sekitar rumah juga memiliki kandungan gizi yang baik, bahkan lebih baik. Kabupaten Pasuruan memiliki umbi porang sebagai salah satu komoditas pertanian yang memiliki kandungan gizi dan manfaat yang baik untuk anak. Komoditas ini dapat dimanfaatkan menjadi cemilan enak untuk sang buah hati. Tentunya, hal ini bertujuan agar anak tidak jajan sembarangan di luar rumah.

Translate »