Tim Peneliti Universitas Negeri Malang yang diketuai oleh  Windi Chusniah Rachmawati, S.KM., M.Kes. dengan anggota Dosen Nurnaningsih Herya Ulfah, S.KM., M.Kes., Ph.D, Indana Tri Rahmawati, S.KM., M.Kes., dan Septa Katmawanti, S.Gz., M.Kes., serta melibatkan tenaga kependidikan, alumni, dan mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang.  melaksanakan kegiatan penelitian berjudul “Pemanfaatan Inovasi Media Edukasi ‘Nutripoly Activity Challenge’ Guna Meningkatkan Pengetahuan dan Respons Positif terkait Pencegahan Undernutrition Pada Siswa SMPN 47 Bandung dan SMPN 5 Cimahi”. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi media permainan Nutripoly Activity Challenge dalam meningkatkan pemahaman dan respon positif siswa SMP di Kota Bandung  dan Cimahi guna mencegah permasalahan undernutrition. Kegiatan ini dilaksanakan di SMPN 47 Kota Bandung dan SMPN 5 Kota Cimahi dengan alasan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di kedua sekolah tersebut masih rendah serta belum pernah dilakukan edukasi gizi seimbang terkait pencegahan undernutrition. Kegiatan ini dilaksanakan pada 6 Agustus hingga 8 Agustus 2025.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment . Penelitian ini dilakukan di SMPN 47 Kota Bandung sebagai kelompok kontrol dengan media monopoli konvensional dan SMPN 5 Kota Cimahi sebagai kelompok perlakuan dengan media Nutripoly Activity Challenge. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pre-test sebelum intervensi dan post-test setelah intervensi diberikan. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII di SMPN 47 Bandung dan SMPN 5 Cimahi, dipilih karena berada pada tahap remaja awal dengan perkembangan penting dan belum mendapat intervensi gizi seimbang. Dari 699 siswa, terpilih 66 sampel untuk penelitian ini.Ketua tim peneliti, Windi Chusniah Rachmawati, S.KM., M.Kes. menyampaikan bahwa prevalensi stunting dan underweight di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung dan Cimahi, masih tinggi dan menjadi tantangan besar dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 2 tentang mengakhiri kelaparan dan malnutrisi, serta SDGs 3 yang menargetkan kesehatan dan kesejahteraan bagi semua usia. Rendahnya pengetahuan gizi dan kurang optimalnya perilaku hidup bersih dan sehat menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi gizi remaja, sehingga diperlukan upaya terpadu untuk meningkatkan edukasi gizi dan kebiasaan hidup sehat pada remaja secara berkelanjutan.

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menghasilkan model intervensi gizi yang menarik dan efektif bagi remaja, sekaligus berkontribusi dalam menurunkan prevalensi stunting dan underweight di tingkat lokal maupun nasional. Selain itu, penelitian ini diharapkan meningkatkan kesadaran siswa, orang tua, dan guru mengenai pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, penerapan gizi seimbang, serta menjadi referensi bagi sekolah dan dinas kesehatan dalam merancang program edukasi gizi yang lebih luas dan berdampak jangka panjang bagi kesehatan remaja.

Translate »