Dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Poin Ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta nomor 2 yaitu Tanpa Kelaparan, Dosen dan Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (FIK UM) dengan bangga menyelenggarakan pelaksanaan penelitian mengenai pola pemberian ASI eksklusif di wilayah Lombok Tengah dan Mataram. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa hari yaitu mulai 26-30 Juli 2024. Upaya meningkatkan cakupan ASI eksklusif sejalan dengan tujuan SDGs untuk memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami perbedaan capaian cakupan pemberian ASI eksklusif di dua wilayah tersebut dan menemukan solusi untuk mengatasi kesenjangan kesehatan yang dapat berdampak pada bayi dan ibu. Menurut data UNICEF 2023, proporsi bayi di dunia yang mendapatkan ASI eksklusif di bawah usia 6 bulan mencapai 48%. Di Indonesia, berdasarkan Laporan Riskesdas 2018, tingkat pemberian ASI eksklusif hanya sebesar 37,7%, dengan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat cakupan terendah sebesar 20,3%. Pada tahun 2022, cakupan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di NTB mencapai 87,5%, dengan Kabupaten Lombok Tengah mencatat cakupan tertinggi 100% dan Kota Mataram terendah sebesar 52,3%.
Perbedaan capaian cakupan pemberian ASI eksklusif di Lombok Tengah dan Mataram ini menimbulkan kesenjangan kesehatan yang perlu segera diatasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik analisis statistik deskriptif untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan model pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner terstruktur, serta data sekunder. Sampel penelitian terdiri dari 50 ibu dari dua wilayah kerja puskesmas di Lombok Tengah (Puskesmas Praya dan Bonjeruk) dan 50 ibu dari dua wilayah kerja puskesmas di Kota Mataram (Puskesmas Ampenan dan Puskesmas Sandubaya).
Dengan adanya penelitian ini, peneliti menunjukkan komitmennya dalam menghadapi tantangan yang kompleks terkait pemberian ASI eksklusif di wilayah Lombok Tengah dan Mataram. Melalui penelitian ini, peneliti berupaya untuk memberikan solusi konkret terhadap perbedaan capaian pemberian ASI eksklusif, yang diharapkan dapat mengurangi kesenjangan kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan bayi dan ibu di dua wilayah tersebut.

