Pengabdian ini dilakukan pada hari Kamis, 12 Juni 2025 bertempat di Balai RW 4, Kelurahan Pisang Candi, Sukun Kota Malang. Kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan abdimas tingkat fakultas, khususnya Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Dalam Kegiatan ini dihadiri oleh kader POKJA 3 yang berfokus pada bidang perumahan dan tata laksana rumah tangga dan Ibu RW 4. Tema yang diusung pada pengabdian kali ini adalah “PIPA SEHAT: Pelatihan Instalasi Pipa Biopori Sebagai Inovasi Pengolahan Sampah Lingkungan Menuju Gaya Hidup Bersih, Sehat dan Berkelanjutan”. 

Pengabdian ini merupakan bentuk implementasi nyata peran mahasiswa dalam mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya SDG 6 (Clean Water and Sanitation) dan SDG 15 (Life on Land). SDG 6 menekankan pada pentingnya pengelolaan air bersih dan sanitasi yang layak, sedangkan SDG 15 berfokus pada perlindungan, pemulihan, dan penggunaan ekosistem daratan secara berkelanjutan.

Menurut pernyataan dari salah satu warga setempat di lingkungan tersebut sudah ada beberapa titik biopori, namun tidak terawat dan masih banyak genangan air saat hujan karena kurangnya resapan air. Maka dari itu  dengan adanya demonstrasi pelatihan pembuatan lubang biopori, warga didorong untuk memahami bagaimana pengelolaan sampah organik yang tepat dapat membantu menjaga kualitas lingkungan, mengurangi genangan air, serta mempercepat proses resapan air ke dalam tanah, yang semuanya merupakan elemen penting dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. 

Sasaran utama dari kegiatan ini adalah masyarakat RW 4 Kelurahan Pisang Candi, yang sebagian besar merupakan warga dengan latar belakang rumah tangga sederhana dan memiliki keterbatasan akses terhadap teknologi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh tim, permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah kurangnya kesadaran serta keterampilan dalam memilah dan mengelola sampah, terutama sampah organik yang kerap menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan serta diberikan pelatihan langsung mengenai cara membuat dan memanfaatkan lubang biopori. Pelatihan disampaikan secara interaktif, dimulai dari pemberian materi mengenai fungsi dan manfaat biopori, hingga praktek lapangan pembuatan lubang biopori di lingkungan sekitar.

Pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mengedepankan pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, diharapkan muncul rasa memiliki dan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan RW 4, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi dampak perubahan iklim melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Dengan semangat kolaboratif dan kontribusi nyata dari mahasiswa, kegiatan ini menjadi cerminan dari sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada lingkungan hidup dan kesejahteraan bersama.

Translate »