Batu, 15 Mei 2025 – Sebagai bentuk nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa dan dosen dari Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMPN 6 Batu, Kota Batu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Dana Non-APBN tahun 2025 yang bertujuan untuk mendorong kontribusi perguruan tinggi terhadap permasalahan kesehatan masyarakat melalui pendekatan inovatif dan kolaboratif.
Kota Batu yang masih menghadapi tantangan serius terkait stunting, memerlukan intervensi edukatif dan promotif untuk meningkatkan kesadaran gizi, terutama di kalangan remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pemahaman yang kuat mengenai pentingnya gizi seimbang sebagai langkah preventif sejak dini. Melalui pendekatan permainan yang menyenangkan dan interaktif, siswa diajak mengenali zat gizi penting, dampak stunting, serta cara memilih makanan yang tepat guna mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Rangkaian kegiatan pada Kamis, 15 Mei 2025, diawali dengan pelaksanaan senam bersama yang bertujuan untuk meningkatkan semangat dan kebugaran siswa. Setelah itu, dilanjutkan sesi pengisian pre-test guna mengukur tingkat pemahaman awal siswa mengenai gizi dan stunting. Mahasiswa kemudian memandu sesi utama edukasi berupa simulasi permainan Spinergy, dimulai dari penjelasan alur permainan, pembagian kelompok, hingga pelaksanaan simulasi secara langsung. Permainan ini dirancang agar siswa dapat belajar melalui pengalaman dan diskusi kelompok yang menyenangkan.
Pada sepekan setelahnya, yaitu pada Kamis, 22 Mei 2025, yang merupakan hari kedua kegiatan, dilakukan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman dan kemampuan siswa. Kegiatan ditutup dengan pemeriksaan status gizi melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), pengecekan kadar glukosa (bagi siswa laki-laki) dan hemoglobin (bagi siswi perempuan), serta pembagian souvenir edukatif sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi para peserta.
Secara keseluruhan, hasil pengukuran kadar hemoglobin pada siswa perempuan menunjukkan bahwa sebagian besar berada dalam kategori normal, dengan kisaran antara 12,5 hingga 15,3 g/dL. Sementara itu, sebagian kecil lainnya menunjukkan kadar hemoglobin di bawah normal, yaitu pada rentang 9,5 hingga 11,9 g/dL. Data ini menjadi salah satu indikator penting dalam pemantauan status gizi remaja, khususnya dalam upaya pencegahan anemia yang berkaitan erat dengan risiko stunting.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para siswa. Beberapa perwakilan siswa menyampaikan kesan mendalam terhadap rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan. Mereka menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat. “Menurut kami, kegiatannya sangat seru dan menyenangkan. Acaranya menarik dan bermanfaat, dan kami bisa belajar bekerja sama dalam kelompok. Melalui permainan, kami jadi lebih paham tentang gizi dan bagaimana mencegah stunting,” ungkapnya dengan penuh antusias.Pengabdian masyarakat ini melibatkan pendampingan antara Universitas Negeri Malang dan Dinas Kesehatan Kota Batu sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung program kesehatan remaja dan peningkatan status gizi masyarakat. Melalui pendekatan edukatif yang kreatif seperti permainan Spinergy, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) poin 2 “Tanpa Kelaparan,” tetapi juga diharapkan mampu membekali siswa SMPN 6 Batu dengan pengetahuan gizi yang aplikatif, membentuk kebiasaan makan sehat, serta mendorong mereka menjadi agen perubahan dalam pencegahan stunting.








