Di tengah maraknya penggunaan plastik yang sulit terurai, peneliti dari Universitas Negeri Malang menemukan potensi luar biasa dalam memanfaatkan frass (kotoran) ulat jerman dan ulat hongkong yang mengonsumsi plastik Low Density Polyethylene (LDPE) sebagai pupuk organik untuk tanaman. Dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Poin ke-12, yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG Poin ke-15, yaitu menjaga ekosistem darat, penelitian ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.
Plastik LDPE, yang dikenal ringan, kuat, fleksibel, dan kedap air, sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, plastik ini sulit terurai secara alami, sehingga menumpuk dan menimbulkan polusi yang serius bagi lingkungan. Peneliti menemukan bahwa ulat jerman (Zophobas atratus) dan ulat hongkong (Tenebrio molitor) memiliki kemampuan mengkonsumsi beberapa jenis plastik, termasuk LDPE, dan menghasilkan frass kaya kitin
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kesehatan Lingkungan, Universitas Negeri Malang, dengan menggunakan metode eksperimental. Sampel frass dari ulat jerman dan ulat hongkong diuji pada media tanam kecambah (Vigna radiata) dengan pengulangan sebanyak tiga kali selama 30 hari. Kelompok kontrol tidak diberikan pupuk, sementara kelompok intervensi diberikan frass ulat jerman dan ulat hongkong yang mengonsumsi plastik LDPE.
“Penelitian ini tidak hanya memberikan solusi terhadap masalah limbah plastik tetapi juga menunjukkan potensi frass sebagai pupuk organik yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman,” ujar Muhammad Al-Irsyad, ketua peneliti dalam studi ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa frass dari ulat jerman dan ulat hongkong terbukti dapat menunjang pertumbuhan tanaman kecambah. Tanaman yang diberi frass menunjukkan pertumbuhan akar yang lebih baik dan peningkatan tinggi tanaman dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penggunaan ulat sebagai agen biologi dalam mengonsumsi plastik LDPE juga menunjukkan potensi besar dalam pengolahan sampah plastik secara lebih ramah lingkungan.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inovasi masa depan terkait pengolahan sampah plastik yang optimal dan ramah lingkungan. Hasil penelitian ini akan dipublikasikan dalam bentuk artikel ilmiah, hak kekayaan intelektual (HKI), produk pupuk, publikasi media sosial, dan poster ilmiah.