Industri dupa di Malang terkenal dengan produknya yang berkualitas tinggi, namun sayangnya, industri ini juga memiliki risiko kesehatan yang tinggi bagi para pekerjanya. Paparan debu dupa dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah pernapasan, termasuk penurunan faal paru.  Tim riset yang dipimpin oleh Dian Puspitaningtyas Laksana, S.KM., M.K.K.K bersama timnya, Tika Dwi Tama, S.KM., M.Epid dan Mika Vernicia Humairo, S.KM., M.P.H., bertujuan untuk menguji keefektifan kombinasi model Job Safety Analysis (JSA) dan Behaviour Based Safety (BBS) sebagai upaya pemulihan faal paru pada pekerja produksi dupa di Malang.

Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menguji efektivitas kombinasi JSA dan BBS dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja, serta memulihkan faal paru mereka. JSA adalah metode untuk mengidentifikasi dan menganalisis bahaya di tempat kerja, sedangkan BBS adalah pendekatan yang berfokus pada perubahan perilaku pekerja untuk meningkatkan keselamatan.

“Kami berharap penelitian ini dapat memberikan solusi yang efektif untuk melindungi kesehatan pekerja industri dupa di Malang dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Dian Puspitaningtyas Laksana, S.KM., M.K.K.K., ketua peneliti. Disamping itu tim peneliti optimis bahwa kombinasi JSA dan BBS akan memberikan hasil yang positif dan dapat menjadi model intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan pekerja di industri dupa.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi ilmu pengetahuan dan praktik dalam bidang kesehatan kerja, khususnya di industri dupa. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan untuk mengembangkan program intervensi yang lebih efektif untuk melindungi kesehatan pekerja di industri lain yang memiliki risiko kesehatan yang tinggi.

Translate »