Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (UM) melakukan identifikasi pemahaman terkait pencegahan dan penanganan cedera mahasiswa TNI di Politeknik Angkatan Darat (Poltekad), yang bertepatan di Jl. Raya Anggrek Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Program pengabdian masyarakat ini diinisiasi oleh Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Departemen Ilmu Keolahragaan.
Seluruh rangkaian Pengabdian Mayarakat ini berlangsung di Ruang Rapat Staf lantai 2 Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) yang melibatkan partisipasi 19 peserta yang terdiri dari Organik dan PNS Poltekad pada, Kamis (24/08/2023).
Tujuannya, untuk mendeteksi dini risiko cedera anggota TNI serta pemahaman terkait pencegahan dan penanggulangan kejadian cedera yang sering terjadi akibat tingginya aktivitas fisik TNI, serta pemberian workshop berupa pemaparan materi dan praktik langsung penanganan cedera ekstremitas bawah, ankle, dan knee bersama seluruh peserta.
Cedera menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh anggota TNI akibat tingginya aktivitas fisik yang dilakukan. Dalam menjalani tugas nya, TNI dituntut memiliki kesehatan fisik yang baik guna menunjang fungsi nya sebagai anggota militer.
Sebanyak 6,4% anggota TNI/Polri mengalami cedera selama menjalankan tugasnya. Selama latihan terdapat kemungkinan terjadinya kerusakan atau cedera pada bagian tubuh. Terjadinya cedera pada TNI menyebakan kinerja yang tidak maksimal dalam menjalankan tugas, terutama tugas lapangan.
Penanganan atau manajemen cedera olahraga penting dilakukan karena menentukan seberapa cepat proses penyembuhan dan mencegah terjadinya cedera yang berulang, sehingga proses pemulihan yang baik dan benar memiliki pengaruh terhadap peningkatan performa dan mencegah cedera olahraga.
Tim ini terdiri dari Heri Purnama Pribadi, S.Or., M. Kes,; Dinta Sugiarto, S. Or., M. Kes,; Ahmad Abdullah, M. Kes,; Dr. Mahmud Yunus, M. Kes.
Di samping itu, juga dibantu oleh mahasiswa Ilmu Keolahragaan yaitu Agashi Yudhistianing, Khamdan Mukharam, Akbar Maulana Ibrahim, Muhammad Rifki Fauzi.
Pengetahuan terkait penanganan cedera perlu menjadi perhatian serius terutama bagi atlet, pelaku olahraga, dan tenaga medis. Masalah tersebut tidak sejalan dengan fakta kondisi dilapangan, dimana kurangnya pengetahuan yang cukup tenaga kesehatan tentang cedera olahraga, khususnya cedera ekstremitas bawah.
Pemahaman penanganan cedera peserta yang terdiri dari Organik dan PNS Poltekad diukur melalui pemberian pre test untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap penanganan cedera, sehingga terdapat temuan bahwa kurangnya pemahaman Organik dan PNS Poltekad terkait penangan cedera terutama pada ekstremitas bawah, ankle, dan knee.
Temuan ini membuka peluang bagi tim pengabdian untuk membuktikan keterkaitan pemahaman metode penanganan cedera yang baik dan benar dengan kualitas fisik Organik dan PNS Poltekad. Dengan demikian, studi ini menghadirkan wawasan baru mengenai pentingnya pemahaman terkait metode penanganan cedera pada seluruh komponen TNI dengan harapan Organik dan PNS di Poltekad mampu melakukan penanganan mandiri terhadap cedera olahraga yang bersifat akut dan sub akut sehingga dapat mengoptimalkan penyembuhan dan mencegah terjadinya cedera berulang.
Pemilihan metode penanganan cedera yang sesuai diperlukan, mengingat intervensi terhadap cedera olahraga mulai berkembang dan banyak terjadi perubahan seiring perkembangan ilmu pengetahuan.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu tahap perencanaan yang dilakukan dengan diskusi serta sharing knowledge untuk menentukan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penanganan cedera pada mahasiswa Poltekad. Hasil dari sharing knowledge digunakan sebagai bahan untuk menyusun rencana kerja, penetapan sasaran peserta, waktu dan tempat pelaksanaan, serta dilakukan pengumpulan bahan ataupun materi pendukung yang diperlukan.
Pelaksanaan kegiatan di ikuti oleh 19 peserta yang terdiri dari Organik dan PNS Poltekad, dimulai dengan pemberian pre test untuk mengetahui pemahaman siswa terkait penanganan cedera. Dilanjutkan dengan pemaparan workshop dengan metode pemberian materi yang diikuti dengan demonstrasi teknik-teknik penanganan cedera pada ekstrimitas bawah serta praktek langsung yang dilakukan oleh para peserta guna meningkatkan ketrampilan penanganan cedera.
Metode penanganan cedera yang digunakan merupakan metode terbaru hasil dari beberapa pengembangan metode, yaitu PEACE (Protection, elevation, avoid anti-inflamories, compression and education) & LOVE (Load, Optimism, Vascularisation, and Exercise).
Kegiatan ini ditutup dengan pemberian post test setelah dilaksanakannya workshop untuk menilai keterampilan peserta dan diakhiri dengan sesi foto bersama. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan penanganan dan pencegahan cedera dan dapat di terapkan kepada seluruh komponen TNI di Polteked Kota Batu.