Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang (FIK UM) sukses menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture (Kuliah Tamu) dengan menghadirkan pakar internasional, Professor Brett Smith, Ph.D. Beliau merupakan profesor di bidang Disabilitas dan Aktivitas Fisik dari Department of Sport and Exercise Sciences, Durham University, Inggris. Dalam kegiatan ini, Professor Brett Smith memaparkan materi mendalam mengenai pengembangan metode penelitian kualitatif, khususnya dalam menangkap pengalaman hidup individu yang sering kali terlewatkan dalam penelitian kuantitatif, guna menciptakan kebijakan kesehatan yang lebih berdampak.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis universitas dalam memperkuat capaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Professor Brett Smith menekankan bahwa riset kualitatif yang berkualitas memungkinkan para peneliti untuk memahami bagaimana masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, berinteraksi dengan kebijakan kesehatan. Dengan memahami perspektif mereka, mahasiswa dan praktisi kesehatan masyarakat dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran, sehingga mendukung pemerataan akses kesehatan dan kualitas pendidikan jasmani bagi semua kalangan tanpa terkecuali.
Dalam paparannya, Professor Brett Smith juga menyoroti pentingnya memperluas opsi pengumpulan data kualitatif serta meningkatkan aspek generalisasi dalam riset non-numerik. Beliau menjelaskan bahwa penelitian yang baik harus mampu menggali makna terdalam dari pengalaman manusia untuk menjawab alasan di balik keberhasilan atau kegagalan sebuah kebijakan publik. Hal ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIK UM dalam melihat tantangan kesehatan dari sudut pandang sosial yang lebih manusiawi dan inklusif.
Kuliah tamu ini juga menjadi perwujudan nyata dari SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi akademik internasional antara Universitas Negeri Malang dan Durham University. Sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pertukaran ilmu di ruang kelas, tetapi juga berlanjut pada kolaborasi riset dan publikasi global. Kemitraan lintas negara ini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan kesehatan global yang semakin kompleks, di mana berbagi pengetahuan dan metodologi antar-institusi menjadi sangat krusial.
Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki sensitivitas tinggi terhadap isu-isu disabilitas dan inklusivitas sosial. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip SDGs dalam setiap proses pembelajaran, Departemen Kesehatan Masyarakat FIK UM berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui pendekatan riset yang inovatif dan beretika.



