Malang — Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana kebakaran, Dosen dan Mahasiswa IKM UM bekerja sama dengan Lapas Perempuan Kelas IIA Malang dan petugas pemadam kebakaran Kota Batu menyelenggarakan pelatihan tanggap darurat kebakaran yang melibatkan langsung Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan petugas lapas sebagai peserta utama. Kegiatan edukatif ini berlangsung pada Rabu, 25 Juni 2025, pukul 13.00 WIB diikuti oleh 30 peserta di aula dan lapangan lapas.Dengan mengusung tema, “Safety and First Emergency Response”, pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan praktis serta pengetahuan teoritis seputar penanganan kebakaran. Materi yang diberikan mencakup pengenalan jenis-jenis kebakaran, cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga teknik alternatif pemadaman seperti smothering menggunakan karung goni dan penggunaan fire block, sebuah inovasi pemadam ramah lingkungan berbasis busa aktif.


“Sangat penting bagi kami untuk memastikan bahwa tidak hanya petugas, tetapi juga warga binaan, memiliki pemahaman yang baik tentang respons pertama dalam kondisi darurat. Di tempat dengan kepadatan tinggi seperti lapas, kesigapan individu dapat menyelamatkan nyawa,” ujar Ibu Dian selaku dosen pemateri bidang K3 yang terlibat dalam pelatihan.Kegiatan dimulai dengan sesi pre-test, penyampaian materi, praktik lapangan, dan diakhiri dengan post-test. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus media edukatif, peserta juga menerima souvenir kipas edukasi yang berisi informasi ringkas seputar teknik penggunaan APAR dan smothering. Lebih dari sekadar kegiatan teknis, pelatihan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi pendidikan tinggi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan poin ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).


Keberhasilan kegiatan ini terlihat dari meningkatnya pemahaman dan keterampilan WBP serta petugas lapas dalam mempraktikkan penggunaan APAR dengan teknik TATS (Tarik, Arahkan, Tekan, Sapukan) yang didampingi langsung oleh tim pengabdian yang diketuai Dian Puspitaningtyas Laksana, S.K.M., M.K.K.K., dengan anggota tim terdiri dari Mika Vernicia Humairo, S.K.M., M.P.H., Rachmy Rosyida Ro’is, S.K.M., M.K.K.K., dan Nohan Arum Romadlona, M.K.M., serta Arsyatul Nikma, Aisyah Nuril, dan Muhammad Tasfirul selaku mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Di penghujung kegiatan, pihak lapas mengungkapkan harapan agar pelatihan seperti ini dapat diadakan secara berkala dan menjangkau lebih banyak warga binaan. “Semoga kegiatan ini menjadi awal dari terbentuknya budaya siaga darurat yang kuat di lapas, demi keselamatan bersama,” tutur salah satu pejabat lapas dalam sambutannya.



