Departemen Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) menggelar agenda Guest Lecture (Kuliah Tamu) spesial dengan menghadirkan pakar dari Faculty of Sports and Exercise Science, Prof. Selina. Kehadiran beliau secara khusus bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam bagi para mahasiswa PJKR mengenai pentingnya kesetaraan gender dalam ekosistem olahraga modern. Dalam paparannya, Prof. Selina menekankan bahwa isu gender bukan sekadar keadilan sosial, melainkan penggerak utama dalam perluasan pasar atlet, peningkatan rating penyiaran, hingga diversitas kepemimpinan yang esensial bagi kemajuan industri olahraga global.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, Prof. Selina menggarisbawahi bahwa kesetaraan gender merupakan pilar penting dalam memperkuat capaian SDG 5 (Kesetaraan Gender) yang bersinergi langsung dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Beliau menjelaskan bahwa dengan memastikan partisipasi fisik yang setara bagi perempuan dan laki-laki, masyarakat dapat mencapai tingkat kesehatan kolektif yang lebih baik. Selain itu, keterlibatan aktif mahasiswa PJKR dalam memahami isu ini menjadi implementasi dari SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), di mana calon pendidik jasmani dibekali kompetensi untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan tidak diskriminatif.

Lebih lanjut, Prof. Selina memaparkan data perkembangan partisipasi atlet perempuan di ajang Olimpiade dan Paralimpiade yang terus meningkat secara signifikan. Namun, beliau tetap mengingatkan tantangan struktural yang masih ada, terutama dalam aspek kepelatihan dan peran model tokoh perempuan (role model). Menurutnya, mahasiswa sebagai calon praktisi olahraga harus mampu menjadi agen perubahan yang dapat memotivasi generasi mendatang untuk mendobrak batasan gender melalui pendekatan yang suportif dan inspiratif.

Terkait implementasi praktis di Indonesia, Prof. Selina menguraikan strategi sosio-ekologis untuk meningkatkan minat olahraga bagi kaum perempuan. Hal ini mencakup penyediaan fasilitas yang aman dan nyaman, seperti akses transportasi dan tempat penitipan anak, hingga penggunaan materi promosi yang menampilkan citra perempuan secara realistis. Beliau menegaskan bahwa pendekatan ini hanya bisa berhasil melalui semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yakni kolaborasi kuat antara akademisi, pemerintah, dan komunitas lokal untuk menciptakan kebijakan olahraga yang berpihak pada semua kalangan.

Sebagai penutup, kuliah tamu ini diharapkan mampu membuka cakrawala mahasiswa PJKR untuk tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga peka secara sosial. Prof. Selina berharap melalui penguatan kurikulum pendidikan jasmani dan pelatihan instruktur yang berkualitas, hambatan pribadi maupun lingkungan dapat teratasi. Dengan demikian, olahraga dapat benar-benar menjadi alat pemberdayaan yang efektif dalam membangun masyarakat Indonesia yang lebih sehat, adil, dan sejahtera di masa depan.

Translate »