Dalam rangka memberikan wawasan lebih luas mengenai Indikator dan Pengukuran Promosi Kesehatan, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan kegiatan Dosen Praktisi Promosi Kesehatan, yang menghadirkan Bima Indragani Purnomo, S.KM, alumni IKM UM angkatan 2013 dan promotor kesehatan dari Puskesmas Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Dalam sesi ini, beliau berbagi pengalamannya mengenai pentingnya indikator dan pengukuran dalam program promosi kesehatan yang dilaksanakan di puskesmas dan dinas kesehatan. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program kesehatan sangat bergantung pada indikator yang tepat dan proses pengukuran yang akurat. “Tanpa indikator yang jelas, sulit bagi kami di lapangan untuk mengevaluasi apakah program promosi kesehatan yang kami jalankan efektif atau tidak,” ujar Bima.

Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Indikator dan Pengukuran Promosi Kesehatan memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana indikator seperti prevalensi penyakit, perilaku kesehatan, dan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap program kesehatan dapat digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan intervensi kesehatan. Beliau juga menjelaskan bagaimana data yang dikumpulkan dari puskesmas digunakan oleh dinas kesehatan untuk mengambil keputusan strategis terkait kebijakan kesehatan di tingkat daerah.

Ibu Windi Chusnia Rahmawati, S.KM., M.Kes, dosen pengampu mata kuliah, menegaskan pentingnya keterlibatan praktisi dalam pembelajaran untuk memberikan perspektif nyata bagi mahasiswa. “Pengalaman langsung dari praktisi seperti Bima membantu mahasiswa memahami bagaimana teori indikator dan pengukuran yang mereka pelajari di kelas diterapkan di lapangan. Ini memberikan mereka gambaran yang lebih jelas tentang peran mereka kelak dalam sistem kesehatan,” ungkap Ibu Windi.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, dengan fokus pada pengukuran yang akurat untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Indikator yang dihasilkan dari program-program kesehatan membantu menilai efektivitas intervensi dan memastikan bahwa setiap program benar-benar berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 4 Pendidikan Berkualitas, karena mahasiswa diberikan akses untuk belajar langsung dari praktisi dan mendapatkan wawasan praktis yang mendalam. Pembelajaran berbasis praktik ini memperkaya pengalaman akademik mahasiswa dan mempersiapkan mereka lebih baik untuk dunia kerja. Selain itu, penggunaan indikator yang inklusif dalam pengukuran program kesehatan mendukung SDG 5 Kesetaraan Gender, dengan memperhatikan kelompok rentan dalam pengambilan keputusan dan evaluasi program.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin siap untuk memahami dan menggunakan indikator dalam merancang dan mengevaluasi program promosi kesehatan, serta berkontribusi pada peningkatan sistem kesehatan masyarakat di masa depan.

Translate »