Malang, 25 Mei 2024 – Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (FIK UM) dengan bangga mempersembahkan Seminar Nasional bertajuk “SEXOPHONE (Sex Education, Health Policy, and Nutrition) 2024: Sebagai Upaya Mencapai SDG No 5 (Kesetaraan Gender)”. Acara yang diselenggarakan pada Sabtu, 25 Mei 2024 pukul 08.00-12.00 WIB di lantai 7 gedung C6 FIK UM ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini, yaitu “Kekerasan dalam Pacaran: Hubungan Romantis Berujung Tragis”.

Seminar ini diselenggarakan secara hybrid, dengan total 325 peserta, terdiri dari 125 peserta online dan 200 peserta offline. Acara ini dihadiri oleh Wakil Dekan 1 FIK UM dan Plt. Kepala Departemen IKM UM, serta didukung oleh berbagai sponsor seperti Persewaan Kharisma Jaya Audio Petung Sewu Dau, Kanza Bag, Priza Souvenir Malang, Agro Mineral, Ella Klinik Kecantikan, dan Catering Bu Khowik.

Seminar yang Menginspirasi dan Mencerahkan

Acara seminar ini menghadirkan tiga sesi utama yang sangat mendalam dan inspiratif. Sesi pertama adalah pemaparan materi oleh dua narasumber terkemuka. dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F, Staf Dokter Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang, membahas sub topik “Mengungkap Ketimpangan Gender pada Kejadian Kekerasan dalam Pacaran sebagai Langkah untuk Mencapai SDG’s Poin 5”. Sementara itu, dr. Rezky Ami Cahyaharnita, M.H., FISQua, Sekretaris Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) Cabang Malang Raya, mengulas sub topik “Mengungkap Hubungan Tersembunyi antara Kekerasan dalam Pacaran, Eating Disorders, dan Obesitas”.

Sesi kedua berupa talkshow interaktif bersama dua influencer muda: Tabitha Neema Christy S, S.Psi, seorang pemerhati psikologi anak dan remaja, dan Regin Archie, Presiden Komunitas Girlup Brawijaya. Talkshow ini membahas sub topik “Mencegah Kekerasan dalam Pacaran dengan Menciptakan Hubungan yang Lebih Sehat”, memberikan wawasan berharga bagi para peserta tentang bagaimana membangun hubungan yang sehat dan setara.

Sesi terakhir adalah presentasi best paper kesehatan masyarakat yang menampilkan karya-karya terbaik baik dari mahasiswa IKM FIK UM maupun dari universitas lain di seluruh Indonesia. Presentasi ini tidak hanya menunjukkan dedikasi dan keilmuan mahasiswa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk turut serta dalam upaya mencapai kesetaraan gender.

Antusiasme Peserta dan Harapan Masa Depan

Respon peserta terhadap seminar nasional ini sangat positif. Banyak peserta yang merasa bahwa tema yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Seminar ini tidak hanya memberikan pemahaman lebih mendalam tentang kekerasan dalam pacaran dan dampaknya, tetapi juga menginspirasi untuk berperan aktif dalam mencegah kekerasan dalam hubungan serta mendukung tercapainya SDG poin 5, yaitu kesetaraan gender.

“Seminar ini sangat membuka mata saya tentang pentingnya kesetaraan gender dan bagaimana kita bisa mencegah kekerasan dalam pacaran. Saya merasa lebih peka dan termotivasi untuk berkontribusi dalam upaya mencapai kesetaraan gender,” ujar salah satu peserta seminar.

Dengan terselenggaranya Seminar Nasional SEXOPHONE 2024 ini, diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi generasi muda dalam memahami dan menerapkan konsep kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari, serta terus berupaya mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan setara bagi semua.

Translate »