Malang, 11 Juni 2025 – Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (HMD IKM FIK UM) telah sukses menyelenggarakan kegiatan Sharing Session Kewirausahaan (SSKWU) 2025 secara daring melalui platform Zoom Cloud Meetings. Kegiatan ini mengusung tema “From Scroll to Scale: Ubah Kreativitas Jadi Peluang Usaha” dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan praktis sekaligus motivasi membangun usaha sejak dini.
Sharing Session Kewirausahaan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan mahasiswa untuk mampu menciptakan lapangan kerja sendiri di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Melalui acara ini, HMD IKM FIK UM menegaskan komitmennya untuk berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui kegiatan ini mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), melainkan pencipta lapangan kerja (job creator).
Kegiatan ini tidak hanya terbuka bagi mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat saja, tetapi juga dirancang inklusif untuk mahasiswa dari berbagai latar belakang program studi, baik dari lingkungan Universitas Negeri Malang maupun kampus-kampus lain di luar UM. Hal ini tercermin dari antusiasme luar biasa yang datang dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Institut Teknologi Nasional (ITN), Poltekkes Kemenkes Malang (Polkesma), dan berbagai perguruan tinggi lainnya. Dari target awal sebanyak 200 peserta, jumlah pendaftar membeludak hingga mencapai 434 orang, menandakan tingginya minat dan semangat mahasiswa dalam menggali potensi kewirausahaan.
Dengan menghadirkan tiga narasumber muda yang telah sukses membangun usaha mereka di usia produktif, yaitu:
- Roofi Anggara – Seorang pelaku usaha es teler yang menggabungkan kekuatan media sosial dengan kreativitas konten. Ia berbagi tips praktis bagaimana memanfaatkan platform digital untuk membangun branding dan memperluas jangkauan pasar.
- Muhammad Niki – Membahas pentingnya membangun personal branding dalam dunia usaha. Ia menekankan bagaimana mengenali potensi diri dan mengemasnya menjadi nilai jual yang menarik bagi pasar.
- Ainna Salima – Memberikan inspirasi mengenai manajemen waktu dalam menjalani tiga peran sekaligus sebagai mahasiswa, organisatoris, dan pelaku usaha.
Setiap sesi disampaikan secara interaktif dengan format tanya-jawab langsung, sehingga para peserta dapat berdiskusi, menggali lebih dalam pengalaman narasumber, dan langsung mendapatkan jawaban atas tantangan-tantangan yang mereka hadapi dalam merintis usaha.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Sabila Azzahro Hasani menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat di kalangan mahasiswa. “Kami berharap melalui kegiatan ini, teman-teman bisa mendapatkan ilmu praktis dan motivasi nyata untuk mulai merintis usaha, sekecil apapun itu. kemudian kegiatan ini menjadi langkah awal untuk melihat bahwa dunia digital bukan hanya tempat hiburan saja, tapi juga sebagai ladang peluang yang luar biasa luasnya, dan semoga kita semua lebih berani berkarya, lebih kreatif, dan tidak takut akan kegagalan, karena dari kegagalan pun, usaha bisa lahir dan berkembang” jelas Sabila.
Lebih dari sekadar seminar, kegiatan ini membuka ruang sinergi dan kolaborasi antar mahasiswa yang memiliki minat yang sama dalam bidang kewirausahaan. HMD IKM FIK UM berharap bahwa Sharing Session Kewiraushaan ini bisa menjadi program tahunan yang terus dikembangkan ke depannya, dengan dukungan berbagai pihak, baik dari universitas, instansi pemerintah, maupun pelaku usaha lokal dan nasional.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, HMD IKM FIK UM menegaskan posisi strategisnya sebagai organisasi mahasiswa yang progresif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui penguatan kapasitas kewirausahaan ini, mahasiswa dibekali tidak hanya dengan ilmu teoritis dari bangku kuliah, tetapi juga dengan wawasan praktis dan semangat untuk mandiri secara ekonomi sejak dini. Acara ini menjadi bagian penting dari upaya mencetak generasi muda yang berdaya saing, inovatif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa melalui jalur wirausaha.





