Malang, 8 November 2025 — Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang menyelenggarakan Simposium Nasional sebagai puncak rangkaian kegiatan Public Health Project 2025. Tahun ini, Simposium dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting pada Sabtu, 8 November 2025 dengan mengusung tema “Behind the Silence: What No One Told Gen Z About Reproductive Health (Unspoken Realities and Hidden Risks)”.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi yang edukatif dan kritis untuk membahas isu-isu terkait kesehatan reproduksi dan kesetaraan gender pada generasi muda, khususnya Gen Z.
Simposium Nasional 2025 menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu:
● dr. Amira Abdat, Sp.OG, seorang praktisi dan ahli kesehatan reproduksi, yang membawakan materi berjudul “Mengenal dan Mencegah IMS di Kalangan Remaja serta Risiko Nyata di Balik Minimnya Edukasi Seksual”. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya edukasi seksual yang komprehensif untuk mencegah infeksi menular seksual (IMS), sekaligus membagikan pengalaman lapangan selama bertugas di wilayah pedalaman Papua.
Sebagai penutup, dr. Amira menyampaikan,
“Dari diskusi ini semoga teman-teman bisa mendapatkan insight terkait apa gambaran yang akan terjadi jika kita mencari pasangan yang salah, tidak menjaga diri dan introspeksi diri sejak remaja, dan yang pasti ke depannya tidak hanya diri kita yang menjadi korban, tetapi juga keturunan kita yang akan menjadi korban”.
● Tasya Putri Amanda, S.Pd, Putri Indonesia Bengkulu 2025 sekaligus alumni Universitas Negeri Malang, membahas materi berjudul “Breaking Barriers: Kesetaraan Gender sebagai Kunci Akses Adil terhadap Kesehatan Reproduksi bagi Gen Z”. Beliau menyoroti bahwa kesetaraan gender merupakan fondasi penting dalam menciptakan akses layanan kesehatan reproduksi yang adil bagi seluruh gender.
“Ayo semuanya di sini bersama-sama kita peduli dan menghargai satu sama lain agar goals kita yaitu menyetarakan antara perempuan dan laki-laki bisa berhasil”, ujar Kak Tasya dengan penuh semangat.
Simposium Nasional tahun ini diikuti oleh lebih dari 275 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan berlangsung secara interaktif serta dua arah. Tingginya antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi tanya jawab. Seluruh peserta juga memperoleh 4 SKP sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam kegiatan ilmiah ini.
Melalui penyelenggaraan Simposium Nasional ini, Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran generasi muda khususnya Gen Z, mengenai pentingnya kesehatan reproduksi dan kesetaraan gender. Upaya ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yakni:
- Poin 3: Good Health and Well-being, melalui peningkatan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan IMS,
- Poin 4: Quality Education, dengan menyediakan ruang edukasi inklusif berbasis pengetahuan bagi generasi muda,
- Poin 5: Gender Equality, dengan mendorong kesetaraan hak dan akses terhadap layanan kesehatan reproduksi bagi semua gender.
Kontak Media:
HMD Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang
E-mail: [email protected]
Instagram: @php_um
YouTube: Public Health Project UM

















