Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Universitas Negeri Malang (UM), bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Malang mengadakan kegiatan Pembinaan dan Evaluasi K3 bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18, 20, dan 25 November 2024 dengan menghadirkan Ibu Anita Sulistyorini, S.Kep., Ns., M.Kes., sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang pentingnya penerapan K3, termasuk pengelolaan risiko kerja, penerapan protokol keselamatan, dan penciptaan lingkungan kerja yang sehat. Dengan pelatihan ini, para pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha mereka sekaligus memastikan kesejahteraan pekerja.
Kegiatan pelatihan dan evaluasi K3 ini juga dirancang untuk mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), yaitu:
- SDG 3 Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan
Pembinaan ini berkontribusi pada peningkatan kesehatan pekerja melalui penerapan standar keselamatan kerja. - SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Dengan lingkungan kerja yang lebih aman, UMKM dapat menciptakan lapangan kerja yang layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. - SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Penerapan K3 mendorong efisiensi dan pengelolaan usaha yang berkelanjutan di sektor UMKM.
Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pelaku UMKM di Kota Malang. Para peserta diberikan pelatihan dan simulasi langsung mengenai cara mengenali potensi bahaya, memancarkan risiko, serta menerapkan langkah-langkah mitigasi sesuai standar K3.
Ibu Anita Sulistyorini, S.Kep., Ns., M.Kes., dalam paparannya menyampaikan pentingnya integrasi K3 dalam operasional UMKM. “Penerapan K3 bukan hanya menjaga keselamatan pekerja, tetapi juga meningkatkan daya saing dan keinginan untuk berusaha,” ujar beliau.
Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Prof. dr. Sapto Adi, M. Kes., menyatakan bahwa kolaborasi antara akademisi dan pemerintah sangat penting dalam mendukung pemberdayaan UMKM. “Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM mendapatkan panduan aplikatif untuk menciptakan tempat kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Program ini menunjukkan bagaimana sinergi antara sejarawan dan pemerintah dapat memberikan dampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta mendukung pencapaian SDG,” ujarnya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, para pelaku UMKM diharapkan dapat menerapkan K3 sebagai bagian integral dari usaha mereka, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, sekaligus berkontribusi dalam upaya global.




