Kota Mataram 26 Juni 2024 – Dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) nomor 2 yang bertujuan untuk mengakhiri kelaparan, serta SDG nomor 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat melakukan pendekatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Disana, tingkat pemberian ASI eksklusif masih perlu ditingkatkan. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kepada bayi menjadi fokus utama, karena merupakan praktik kunci dalam menjamin tumbuh kembang optimal anak.
Untuk mengatasi permasalahan ini, sebuah studi komparatif dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dua media pendidikan kesehatan, yaitu booklet konvensional dan digitalisasi, dalam meningkatkan pemahaman dan mengubah sikap ibu terhadap pemberian ASI eksklusif. Studi ini dilaksanakan di wilayah kerja Posyandu Kota Mataram, dengan melibatkan 100 responden ibu yang memiliki bayi berusia 6 sampai 60 bulan.
Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel responden dipilih secara purposive, dengan kriteria inklusi meliputi ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dan memiliki kemampuan membaca dan menulis. Responden dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok menerima booklet konvensional berbentuk cetak, sementara kelompok lainnya menerima booklet digital yang dapat diakses melalui perangkat elektronik.
Hasil dari studi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang daya guna kedua media tersebut dalam konteks pendidikan kesehatan. Data akan dianalisis menggunakan uji T atau uji Wilcoxon tergantung pada distribusi data untuk mengukur perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi.
“Studi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif di Kota Mataram,” ujar Farah Paramita, S.Gz, M.P.H., selaku peneliti. “Kami berharap bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan stunting dan meningkatkan kesehatan anak melalui edukasi yang efektif kepada ibu-ibu di Posyandu.”
Studi ini direncanakan akan menghasilkan beberapa luaran penting, termasuk publikasi artikel di jurnal internasional terindeks Scopus, produk teknologi tepat guna yang tersertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta diseminasi hasil penelitian melalui poster ilmiah, media sosial, dan pameran.

