Mahasiswa Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Malang (UM) dengan sukses menyelenggarakan “Pagelaran Budaya Sosio-Antropologi Kesehatan” di Gedung B3 UM, sebagai bagian dari upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan Gender), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai masalah kesehatan yang terkait dengan keberagaman budaya di Indonesia dan menyoroti pentingnya pemeliharaan kesehatan di tengah masyarakat luas.

Pagelaran ini memadukan riset akademis dengan pendekatan budaya dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan yang berperspektif budaya. Melalui alur cerita yang dibawakan oleh para mahasiswa, penonton diperkenalkan dengan berbagai masalah kesehatan yang sering kali dipengaruhi oleh budaya setempat. Cerita-cerita yang ditampilkan menggambarkan bagaimana budaya, termasuk mitos-mitos kesehatan, mempengaruhi persepsi dan praktik kesehatan di berbagai komunitas di Indonesia.

Acara ini tidak hanya memperkaya pemahaman masyarakat tentang hubungan antara budaya dan kesehatan, tetapi juga menekankan pentingnya pendekatan yang lebih holistik dalam menangani isu-isu kesehatan. Selain itu, pagelaran ini juga menyoroti peran gender dalam akses terhadap pelayanan kesehatan, sejalan dengan upaya mendukung SDG 5. Mahasiswa IKM UM berharap melalui acara ini, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya integrasi aspek budaya dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan.

Dalam sambutannya, Dosen Pengampu mata kuliah Sosantro yaitu Ibu Windi Chusniah Rachmawati, S.KM., M.Kes. menyatakan bahwa acara ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat. “Kami sangat bangga dengan dedikasi para mahasiswa dalam menyelenggarakan pagelaran ini. Mereka telah berhasil menunjukkan bagaimana riset akademis dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kesuksesan acara ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk fakultas, universitas, komunitas lokal, dan mitra kerja sama lainnya, yang semuanya turut berkontribusi dalam mencapai tujuan SDG 17, yakni memperkuat kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dengan berakhirnya pagelaran ini, diharapkan bahwa hasil dari riset-riset yang ditampilkan dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan program kesehatan yang lebih sensitif terhadap budaya, dan sekaligus mendorong diskusi lebih lanjut mengenai cara-cara yang efektif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia.

Translate »