Tingginya angka stunting dan berat bayi lahir rendah dapat disebabkan oleh adanya masalah gizi pada 1000 hari pertama kehidupan anak (HPK). Tumbuh kembang anak bergantung pada 1000 HPK yang dimulai ketika anak masih berada dalam kandungan hingga anak menginjak usia 2 tahun. Salah satu masalah gizi yang sering luput dari perhatian ketika 1000 HPK adalah anemia.

Indonesia memiliki prevalensi wanita anemia pada angka 18% dan pada wanita hamil sebesar 27,7%. Sedangkan, di Kota Bandung memiliki prevalensi wanita hamil dengan anemia sebesar 54,1%. Hal tersebut tentunya memerlukan perhatian lebih lanjut karena anemia yang diderita ibu menjadi masalah gizi yang berdampak jangka panjang. Hal tersebut dikarenakan anemia yang diderita ibu, baik ketika hamil ataupun ketika remaja dapat menimbulkan masalah gizi anak seperti stunting dan BBLR. Selain itu, tumbuh kembang anak juga menjadi terganggu karena menimbulkan gangguan neurologis, kemampuan belajar anak yang menurun, serta produktivitas yang rendah ketika anak beranjak dewasa. Maka dari itu perlu adanya penanganan untuk memperbaiki kualitas generasi mendatang.

Melihat bahaya yang timbul akibat anemia, perlu seorang remaja mengetahui pentingnya mencegah anemia. Hal tersebut dikarenakan seorang remaja merupakan calon-calon penerus generasi mendatang dan memutus rantai berbagai masalah gizi, khususnya anemia, stunting dan BBLR. Maka dari itu, penelitian dengan memanfaatkan media permainan Hemolugame hadir sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja sehingga angka stunting dan BBLR di Kota Bandung dapat menurun.
Penelitian ini dipimpin oleh Ibu Nurnaningsih Herya Ulfah, S.KM., M.Kes, Ph.D dan beranggotakan Ibu Windi Chusniah Rachmawati, S.KM., M.Kes dan Ibu Indana Tri Rahmawati, S.KM., M.Kes. Penelitian ini bertujuan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada poin ke 3 yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke 4 yakni Pendidikan Berkualitas. Diharapkan dengan adanya penelitian yang menggunakan media permainan hemolugame ini dapat mempermudah siswa dalam menerima materi sehingga pengetahuan siswa terkait anemia dapat meningkat. Selain itu, diharapkan pula siswa dapat merubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat ketika mengetahui pentingnya mencegah anemia melalui permainan Hemolugame.