Workshop mitigasi bencana diinisiasi sebagai respon terhadap ancaman serius bencana alam terhadap keberlanjutan masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah dasar yang termasuk lima golongan rentan. Kolaborasi dengan Kelompok Kerja Guru Olahraga kecamatan Tumpang KKGO kecamatan Tumpang menjadi alasan utama menjadi sasaran yang tepat karena secara demografi berada pada daerah rawan bencana vulkanik, gempa, banjir dari gunung meletus. Pelatihan ini juga dalam rangka menyiapkan guru PJOK untuk mengajar di sekolah – sekolah darurat. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari dengan melibatkan stake holder terkait. Hari ke – 1 pemaparan materi diberikan oleh para pakar sesuai dengan bidangnya. Materi “Manajemen Bencana” oleh Bapak Yulius Dharmawan, S.AP dari BPBD Kab. Malang sebagai pengantar workshop mitigasi bencana dengan kepakarannya di bidang Penata Penanggulangan Bencana. Materi berikutnya dengan judul “Kesehatan Reproduksi Pada Anak – Anak Sekolah Dasar Paska Bencana Di Daerah Pegunungan” oleh Ibu Laras Putri Gamagitta, S.Keb., Bd., M.Keb dari Departemen Kebidan Fakultas Kedokteran Universitas negeri Malang merujuk pada Undang – undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia yang didukung oleh Peraturan Pemerintah No 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. Kolaborasi selanjutnya dengan Ibu Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd dari Departemen Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan dengan topik “Meningkatkan Ketrampilan Motorik Anak Usia Sekolah Dasar Di Daerah Tanggap Darurat Bencana”.
Pelaksanaan Hari ke – 2 melibatkan partisipasi aktif Kelompok Kerja Guru Olahraga Kecamatan Tumpang dari identifikasi kebutuhan hingga penciptaan jaringan dan forum. Kelompok Kerja Guru Olahraga Kecamatan Tumpang bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga agen perubahan. Workshop dilaksanakan dalam bentuk praktik di lapangan dengan setting sekolah darurat untuk memberikan solusi konkret yang efektif dan berkelanjutan, dengan implementasi yang melibatkan kerjasama antara Kelompok Kerja Guru Olahraga Kecamatan Tumpang, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta. Hal ini sangat mendukung keberlanjutan SDG’s – 4 tentang Pendidikan Berkualitas didaerah krisis sekalipun. Berdasarkan Asesmen Nasional dimana semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpatisipasi positif pada masyarakat. Kegiatan workshop ini sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU 5) Perguruan Tinggi. Pelaksanaan pada hari ke – 3 Kelompok Kerja Guru Olahraga Kecamatan Tumpang diberikan waktu secara mandiri untuk meng-eksplore simulasi sekolah darurat dengan panduan dan materi yang sudah diberikan dihari sebelumnya.
Kerjasama erat dengan Kelompok Kerja Guru Olahraga Kecamatan Tumpang dari KKGO kecamatan Tumpang menjadi fondasi bagi upaya kolektif kami dalam meningkatkan keterampilan motorik anak – anak usia Sekolah Dasar di daerah tanggap darurat bencana. Melalui workshop ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif yang dapat membantu membangun ketahanan masyarakat di masa depan.
Tindak lanjut dari kegiatan Workshop dengan memfasilitasi peserta mempresentasikan hasil diskusi kelompok masing – masing di hari ke -4 kegiatan. Pemahaman mendalam tentang kondisi Kelompok Kerja Guru Olahraga Kecamatan Tumpang, Workshop Mitigasi Bencana ini dirancang secara spesifik mengatasi permasalahan prioritas yang telah teridentifikasi. Melalui kerjasama dengan Kelompok Kerja Guru Olahraga Kecamatan Tumpang dari KKGO kecamatan Tumpang, kami berharap dapat memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk peningkatan keterampilan motorik anak usia Sekolah Dasar di daerah tanggap darurat bencana.


